[FF YAOI] TERROR


terror

 

TITLE        : TERROR 

AUTHOR : DOKI OR CHANBAEKYEOLLIE

CAST         : BYUN BAEKHYUN, KIM JONGIN, PARK CHANYEOL, OH SEHUN, OTHERS

PAIRING  : find it by yourself

GENRE      : YAOI, Romance, horror, mystery, fluff, hurt/comfort, etc.

RATED      : T+

WARNING!!!!

IT’S JUST FOR EVERYONE WHO LIKES YAOI, IF YOU DON’T LIKE PLEASE JUST LEAVE. THANKS.

READ THIS FIC ON NIGHT, ALONE

READ THIS FIC ON NIGHT, ALONE

READ THIS FIC ON NIGHT, ALONE 

READ THIS FIC ON NIGHT , ALONE

recommended sound :

https://soundcloud.com/putichitara/sweet-nightmare

(you can play that song, when there’s a clue that you must to play it, thanks..)

SO, HERE WE GO…

LET’S  CHECK THIS OUT…

 

 

 

AUTHOR POV

“Aku membencimu Park Chanyeol!”

“Baekhyun, aku mohon dengarkan penjelasanku dulu…”

“Kau jahat! Kau bilang kau mencintaiku tapi apa kenyataannya! Lihat foto-foto ini! Sudah menjadi bukti, Park Chanyeol” Amuk Baekhyun sambil menunjukkan beberapa lembar foto yang hampir hancur dalam genggamannya.

Dengan sigap namun lembut, Chanyeol pun langsung meraih tubuh mungil nan rapuh Baekhyun ke dalam pelukannya.  “Baby… aku mohon dengan sangat… dengarkan aku…” lirih Chanyeol.

“Lepaskan aku Park Chanyeol! Kau jahat! Tega-teganya kau ‘bermain’ dengannya di belakangku.. Hiks kau jahat…” Tangis Baekhyun sambil terus meronta dalam dekapan Chanyeol.

Chanyeol hanya diam dan terus mengunci pergerakan Baekhyun. Setelah ia rasa Baekhyun sudah sedikit tenang, ia renggangkan pelukannya dan ia tangkup kedua pipi mulus Baekhyun.

“Hey, saat aku bilang aku mencintaimu, aku tidak berbohong. Aku tulus, dan untuk masalah itu, namja itu bernama Luhan. Kemarin dengan tiba-tiba ia memelukku dan menyatakan perasaannya terhadapku, aku mohon kau jangan salah paham. Aku menolaknya dan aku bilang padanya bahwa aku telah memilikimu, namjachinguku…” Jelas Chanyeol lembut seakan ia benar-benar menginginkan pengertian yang utuh dari seorang Byun Baekhyun.

“Chan-“

“ssstttt… aku juga tidak tahu siapa yang memotret foto itu hingga sampai ke tanganmu, saat Luhan memelukku, aku langsung melepaskan pelukannya, dan aku bilang padanya bahwa aku mencintaimu, Byun Baekhyun. Sudah cukupkah penjelasanku? Aku mohon jangan salah paham, baby…” Ucap Chanyeol lagi lalu mengecup sekilas bibir imut Baekhyun dan kembali mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil Baekhyun yang masih bergetar.

“Be-benarkah?”

“Ne, percayalah padaku…”

Tak lama kemudian, kedua tangan Baekhyun pun terulur untuk membalas pelukan hangat dari Chanyeol.

“Jangan pergi….”

———-

———-

———-

———-

———-

“Hyung! Hyung!” Panggil namja berkulit tan kepada kakak kesayangannya.

“Ne? Waeyo?” Tanya Baekhyun pada adik satu-satunya itu.

“Hari ini aku dipilih menjadi kapten futsal di sekolah!” Ujar Kai sumringah dan langsung memeluk erat hyungnya itu.

“Jinja? Woaaaah Daebak! Aku tidak menyangka namja nakal sepertimu bisa menjadi kapten futsal sekolah. Hahahaha”

Wajah Kai pun langsung cemberut dan melepaskan pelukannya pada Baekhyun.

“Kai? Baby Jongin? Kau marah?” Tanya Baekhyun yang langsung mencekal tangan Kai sebelum adiknya itu berjalan menjauh.

“Ani. Sudah lupakan. Aku mau ganti baju.” Ujar Kai datar.

“Aiiissshhh adikku ini sensitif sekali ne.” Ucap Baekhyun lalu membalikkan tubuh Kai agar menghadapnya.

“Aku tidak pernah menjadi namja nakal hyung.”

“kkkk~ arrasso.. aku hanya bercanda. Maafkan aku, ne.. Aku bangga adikku bisa menjadi kapten futsal sekolah.” Ucap Baekhyun sambil mencubit gemas hidung Kai.

“appo…” Ucap Kai manja.

CUP

Baekhyun mengecup pelan hidung Kai dan mengelusnya sebentar.

“Nah, kalau begitu sudah sembuh hyung hahahaha bye, aku mau ganti baju dulu, ne.” Ujar Kai lalu mencuri kesempatan sebentar dengan mengecup singkat pipi mulus Baekhyun dan langsung berlari ke kamarnya.

“Dasar dongsaeng tidak sopan!” Ujar suara berat tiba-tiba.

Kai sudah berlari ke dalam kamarnya sedangkan Baekhyun yang tanpa menengok pun sudah hafal betul bahwa itu adalah suara khas namjachingunya yang saat ini tengah memeluk pinggangnya erat dari belakang dan menciumi leher jenjangnya, ya siapa lagi kalau bukan, Park Chanyeol.

“euungh~ ini masih siang yeollie…” Desah Baekhyun.

“hemm… satu kali, ne? aku sangat rindu padamu.” Ucap Chanyeol yang masih betah dengan kegiatannya sambil sesekali mengulum pundak mulus Baekhyun.

“ah~ kemarin kan sudah, yeollie… Aku lelah, ingin istirahat. Ah~”

“jebal Baekki.. adikku sudah ‘meminta’nya..”

“eunghh~ tapi satu kali saja, tidak lebih, ne?”

“Siap baby..” Ujar Chanyeol yang mulai mengendong Baekhyunnya sambil memindahkan cumbuannya pada bibir plum Baekhyun.

——

——

——

——

#np sweet nightmare (go click the link above or play it https://soundcloud.com/putichitara/sweet-nightmare)

BAEKHYUN POV

Angin malam mulai berhembus, menusuk pori-pori kulitku sehingga membuat posisiku saat ini sudah tak nyaman lagi. Perlahan, ku buka kedua mataku dan ku letakkan tanganku ke samping.

‘kosong…’

Aku pun langsung membuka kedua mataku mencari sosok Chanyeolku.

“Chanyeol? Kau dimana?”Panggilku.

Ku edarkan pandanganku ke seluruh penjuru ruangan kamarku. Tak ada… tak ku lihat sosok Chanyeol disini… Tatapanku pun berhenti pada selembar memo kecil yang ada di atas nakas meja lampu kamarku.

‘Baekki, aku keluar sebentar ne… Aku membeli makanan untuk kita makan nanti malam karena tadi Kai bilang orang tuamu sedang pergi ke luar negeri dan sedang tidak ada persediaan makanan yang kalian punya.’

“Huh!” Aku mendengus kesal karena seharusnya Chanyeol menungguku bangun terlebih dahulu, ya setidaknya.  Hemm yeah, Chanyeol memang kerap menginap di rumahku jika  oemma dan appa sedang tidak ada di rumah. Dan kai juga mengetahuinya namun aku harus membungkam mulutnya itu dengan membelikannya burger dan semacamnya -_- ah iya! Kai! Dia pasti di rumah!

“Kai!!!!” Panggilku dengan suara yang sangat keras, mungkin suaraku akan terdengar sampai seluruh penjuru rumah ini.

“Jongiiiin!!!!” Panggilku lagi.

“Kai!! Cepat ke kamarku!!”Teriakku lagi.

Tidak ada jawaban… Kai.. Kai kemana?

Aku pun langsung memakai pakaianku asal dan berlari keluar kamar. Semua orang emm maksudku Kai dan Chanyeol seharusnya sangat tahu bahwa aku sangat takut jika ditinggal sendirian. Aku tidak mengerti phobia macam apa ini. Aku memang seperti ini dari kecil, aku akan merasa di kurung di sebuah ruangan yang sangat besar dengan diriku di dalamnya yang sama sekali tidak dapat melihat jalan keluar.

“KAIII!!! KAU DIMANA?!?!?” Teriakku lagi.

“JONGIIIIN!!!!” Teriakku berulang kali, tak peduli seberapa kerasnya suaraku itu tapi… sungguh…  aku… aku mulai takut…

Aku mohon Kai.. cepatlah keluar….. Siapapun.. tolong…

Keringat dingin seketika membanjiri pelipisku, tubuhku sangat amat lemas, lututku sudah tidak kuat lagi menopang beban berat tubuhku sehingga ku biarkan tubuhku yang hanya bisa menyender pada dinding yang ada di sebelah pintu kamarku. Ku tutup erat telingaku dengan kedua tanganku dan ku pejamkan kedua mataku. Jantungku terus berdetak dengan sangat cepat, aku takut….. sungguh aku tidak berbohong…  Kai… Chanyeol… Tolong.. Tolong aku… Cepatlah datang..

Tiba-tiba….

TES

TES

TES

TES

Terdengar suara tetesan air yang sepertinya keluar dari wastafel yang ada di toilet samping kamarku. Jujur, aku juga tidak mengerti bagaimana suara tetesan air seperti itu saja  dapat terdengar, namun…

TES TES

TES TES

TES TES

Suara tetesan air itu terkesan makin lama makin membesar dan makin sering terdengar. Pikiranku langsung berubah positif, mungkin saja… itu Kai! Dengan lemas aku mengerahkan seluruh kemampuanku, ku angkat tubuhku dan menyeret tubuhku dengan tenaga yang tersisa untuk berjalan menuju toilet itu.

KRIET~

Ku buka pintu toilet itu..

Dan…

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!” Jeritku, tubuhku langsung terjatuh lagi sungguh tak ada tenaga sama sekali. Disana, di cermin itu terpampang tulisan…

“DIE BAEKHYUN! GO TO THE HELL…. WITH ME……”

Tulisan itu berbau amis yang sangat kental dan berwarna merah segar… Da..darah… Aku benci kesendirian, sepi, dan… darah…..

Bau amis itu terus menyeruak dalam indra penciumanku. Aku ingin muntah. Sungguh sekujur tubuhku benar-benar tak bisa digerakkan sama sekali, mulutku seakan telah bungkam, untuk bernafas pun rasanya mulai tercekat. Perlahan, pandanganku mulai kabur, kepalaku sangat amat pusing…

“Mianhae…”

Sayup-sayup ku dengar suara pelan itu dan… GELAP.

——

——

——

——

——

AUTHOR POV

01.01a.m.

“Chanyeol… Kai…” Suara lemas Baekhyun pun langsung mebangunkan Chanyeol dan Kai yang kala itu dengan relanya untuk tetap menunggu Baekhyun sampai siuman di kamarnya.

“Baekki… Aku disini…” Ucap Chanyeol sambil terus mengelus punggung tangan Baekhyun yang dari tadi berada dalam genggamanya.

“Hyung….” Ucap Kai juga yang langsung berdiri dari sofa yang ia duduki di ujung kamar Baekhyun yang sempat ia gunakan untuk take a nap tadi dan segera menghampiri tubuh Baekhyun.

Perlahan, Baekhyun membuka matanya dan segera menghambur pelukannya kepada Chanyeol yang duduk di kursi samping ranjangnya. Tanpa berpikir panjang, Chanyeol pun langsung membalas pelukan Baekhyun dengan tak kalah eratnya.

“a-aku takut.. sungguh.. kalian kemana tadi?”

“bukankah aku sudah bilang bahwa tadi aku keluar sebentar baby?” Jawab Chanyeol sambil sesekali mengecup puncak kepala Baekhyun.

“K-kai..” panggil Baekhyun setelah melepas pelukannya pada Chanyeol.

“Ne hyung”

“ta-tadi kau kemana?”

“aku? Aku di kamar. Lalu, saat aku ingin ke toilet, aku lihat tubuhmu sudah sangat lemas tak sadarkan diri. Setelah itu, aku bopong tubuhmu ke ranjang dan langsung ku telepon Chanyeol hyung untuk segera pulang.”

“Kau tidak mendengar panggilanku? Aku berteriak keras memanggilmu Kai.. Kau tidak mendengarnya?”

“ani.. aku tidak mendengar kau memanggilku tadi. Suara cemprengmu itu pasti terdengar jika kau berteriak memanggilku hyung.” Jawab Kai.

“ta-tapi.. tadi… di toilet..” Ucap Baekhyun mulai gelisah.

“Ada apa denganmu, Baekki? Kau sakit?” Ujar Chanyeol sambil menempelkan punggung tangannya pada dahi Baekhyun.

“a-ani..”

“Tapi wajahmu sangat pucat. Kau ingin ke dokter?”

“Ja-jangan! A-aku tidak kenapa-napa. A-aku.. hanya takut.. ta-tadi.. aku sendirian, ya aku sendirian.” Bohong Baekhyun yang tidak ingin memperpanjang masalah, ya mungkin tadi hanya ilusinya.

“huffftt, syukurlah. Kai, lain kali aku mohon padamu, tolong jaga Baekhyun saat aku tidak ada. Dia-”

“Yeollie, aku bukan balita.” Cetus Baekhyun memutus ucapan Chanyeol.

“tapi, aku hanya tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi baby..” Ujar Chanyeol sabar sambil mengelus lembut pipi Baekhyun.

“aku tahu.. tapi, Kai pasti punya kegiatan juga.. Aku terlalu merepotkan” Ucap Baekhyun sambil menunduk dan wajahnya langsung berubah muram seperti ingin menangis.

CHU~

Dengan lembut, Chanyeol langsung menarik dagu Baekhyun dan mengulum bibir mungil Baekhyun. Mencurahkan ketulusan cintanya pada namja imut yang satu ini. Tiba-tiba ciuman lembut itu mulai memanas saat jemari Baekhyun merengkuh rahang kuat Chanyeol dan Chanyeol pun menarik tengkuk Baekhyun. Ia sangat tidak tahan jika Baekhyunnya sedih seperti ini ditambah lagi dengan sensasi bibir Baekhyun yang yeah.. memabukkan.

“Ehm!” Sebuah suara menginterupsi cumbuan mesra dua sejoli itu.

Dengan cepat Baekhyun langsung melepas ciuman mereka dengan saliva yang bertebaran di sekitar mulutnya.

“Haiih aku tahu akan begini, aku keluar dulu. Lain kali jangan melakukan itu di depanku. Aku cemburu hyung.” Ujar Kai santai dan langsung keluar dari kamar.

“Hey! Apa hakmu untuk cemburu?!?” Sahut Chanyeol.

Dan dari luar sana hanya tawa keras yang Kai keluarkan untuk membalas ucapan Chanyeol yang terkesan sangat posesif terhadap hyungnya itu.

Baekhyun langsung menusuk pelan pipi Chanyeol yang sepertinya sedang sedikit kesal itu.

“Hey, dia hanya bercanda… dia itu adik kandungku..” Ucap Baekhyun pelan.

Tanpa membuang kesempatan, Chanyeol langsung menyambar bibir manis Baekhyunnya itu yang sebelumnya sempat tertunda karena ucapan Kai tadi. Ia jilat permukaan bibir Baekhyun dan ia hisap saliva yang tadi bertebaran di sekitar bibir Baekhyun, tak lupa ia bermain-main pula dengan goa manis milik Baekhyun.

“eunggh~~ yeol… ah~”

“kita ‘lakukan’ ndeeh?” Tanya Chanyeol di sela-sela cumbuan mereka.

“ah~~ ne~” Desahan Baekhyun yang mulai tak tertahankan

——

——

——

——

 

AUTHOR POV

“Pagi hyung!” sapa Kai saat Baekhyun mulai berjalan dengan lunglai menuju ruang makan. Kaos tipisnya terlihat benar-benar kusut dan yeah.. kissmark yang bertebaran di sekitar lehernya dan jangan lupakan wajah sayunya, juga.. langkah kakinya yang diseret perlahan, mungkin bagian bawah tubuhnya masih sakit akibat ‘permainannya’ dengan Chanyeol tadi malam.

“Kai, mana Chanyeol?” Ujar Baekhyun sambil mengusak pelan kedua matanya lalu duduk di kursi samping Kai.

“ah, tadi Chanyeol hyung bilang oemma-nya meminta untuk segera menjemputnya di bandara.” Jawab Kai sambil menyodorkan sebuah sandwich lezat kepada Baekhyun.

“huh! Kebiasaan! dia selalu meninggalkanku..”  Ujar Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya dan melahap sandwich-nya dengan cukup emosi.

“makannya pelan-pelan hyung..” Ucap Kai sambil mengusap pelan sudut bibir Baekhyun yang terdapat sisa saos dan mayonnaise lalu ia jilat sisa saos bekas bibir Baekhyun itu.

“Hyung, rasa saosnya yang manis atau karena bekas bibirmu?”Celetuk Kai.

“Pabbo!” Ujar Baekhyun sambil memukul ringan kepala Kai.

“Pantas saja Chanyeol hyung betah sekali mencium bibirmu itu, rasanya manis!” Ujar Kai sambil memperagakan gerakan ibu jarinya yang ia usap pada bibir bawahnya.

“Dasar sok seksi!”

“ya ya ya, aku tahu kau lebih seksi dariku hyung”

“kau memang handal membuat moodku membaik Kai!” Ujar Baekhyun sambil mencubit pipi Kai.

Kai hanya tersenyum sumringah karena perlakuan hyung tersayangnya itu.

“ah iya! Hyung, aku ada latihan futsal hari ini! Kau ikut saja denganku.”

“Bolehkah?” Ujar Baekhyun dengan mata berbinar.

“Ne, tentu saja! Kau kan penakut!  Bahaya jika aku tinggal sendirian. Tapi bilang pada Chanyeol hyung bahwa kau menemaniku, jangan sampai dia kesini dan ternyata tidak ada orang. Lebih baik dia menjemputmu atau ikut menontonku juga.”

“Hufffttt… Aku juga heran mengapa aku penakut, padahal aku kan sudah dewasa… Seharusnya aku yang menjagamu, bukan sebaliknya” Ujar Baekhyun cemberut.

CHUP

Kai mencium perlahan pipi mulus Baekhyun setelah itu ia elus pipi mungil Baekhyun dengan sayang.

“setiap manusia punya kelemahannya sendiri hyung..” Ucap Kai lembut sambil tersenyum tulus.

“Aku bahagia memiliki adik sepertimu Kai, sangat. Sangaaat bahagia. Gomawo.” Ucap Baekhyun sambil memeluk Kai.

“poppo~” Rajuk Kai manja.

CHU~

Akhirnya Baekhyun tempelkan bibirnya dengan bibir Kai. Tidak… tidak ada lumatan disana.. hanya menempel… itu salah satu cara mereka mengungkapkan rasa kasih sayang mereka satu sama lain. Setelah cukup lama, Baekhyun melepaskan tautan bibir mereka dan mencium sekilas hidung Kai.

“kajja kita mandi hyung!”

“mwo?!?” Kaget Baekhyun.

“Aku tidak ingat kapan terakhir kali kita mandi bersama. Kajja hyung~” Ucap Kai dan langsung menggandeng lengan kurus Baekhyun. Baekhyun pun hanya mengangguk dan tersenyum sambil mengikuti langkah Kai.

——

——

——

Seperti yang telah Kai katakan tadi, saat ini Baekhyun sedang berada di sebuah hall tempat tim futsal Kai sering latihan. Ia duduk di samping pelatih futsal Kai sambil memandangi Kai yang tengah membereskan perlengkapannya untuk segera pulang. Namanya Oh Sehun dan ternyata ia seumuran dengan Baekhyun. Mereka cukup mengobrol tentang banyak hal. Oh Sehun tidak melanjutkan kuliahnya karena ia ingin fokus akan karier katanya. Sedangkan Baekhyun, ia masih liburan semester dan itu cukup lama. So, tak ada salahnya jika sesekali Baekhyun melihat adiknya dengan lihai menggiring bola di lapangan itu bukan? Ah iya! Chanyeol! Ia tidak bisa menemani Baekhyun karena harus membantu oemma-nya berkemas. Sedikit mengecewakan memang, namun ya sudahlah tak apa.

“Baekhyun-ssi, mau minum?” Tawar Sehun kepada Baekhyun.

“ah, ne.. kamsahanida, Sehun-ssi.” Jawab Baekhyun sambil mengambil sekaleng soda yang Sehun sodorkan padanya.

“Kau tahu, Kai adalah pemain sepak bola yang sangat handal, jika kemampuannya terus diasah, aku yakin ia bisa menjadi pemain professional.” Ucap Sehun.

“ne, aku juga sudah melihat kemampuannya itu dari sejak kecil. Disaat aku masih sibuk-sibuknya belajar menulis, Kai justru sedang sibuk-sibuknya menonton pertandingan bola. Aku juga tidak yakin jika ia mengerti apa yang diucapkan komentator bola pada saat itu atau tidak. Namun ia selalu ikut berteriak kegirangan ketika appa bersorak karena tim favoritnya dapat menjebol gol lawan.” Ujar Baekhyun panjang lebar.

“hahahaha pasti Kai sangat lucu waktu itu!”

“tentu. Adikku memang sangat lucu dan tampan!” Puji Baekhyun.

Sehun hanya terkekeh ringan karena obrolan ringannya dengan Baekhyun. Menurutnya Baekhyun sangat easy going dan ramah, sama seperti adiknya Kai. Namun, Kai memang terlihat lebih dewasa.

“Hey! Kalian membicarakanku?” Tanya Kai yang ikut bergabung, setelah selesai merapikan barang-barang dan berpamitan pada kawan-kawannya.

“Kalau iya, kau mau apa?” Ujar Baekhyun sambil menyeka keringat yang ada di pelipis Kai.

“Aku mau kau mentraktirku, hyung.” Jawab Kai lalu langsung meneguk soda yang tadi ada digenggaman Baekhyun.

“kau selalu saja membuat kantongku kempes!” Ujar Baekhyun sambil memukul pelan kepala Kai.

“Bagaimana jika aku yang traktir untuk kali ini?” Tawar Sehun.

“ah ide bagus pelatih! Kau belum pernah mentraktirku!”

“mianhae, Sehun-ssi jika adikku tidak sopan.”

“hahahaha gwenchana, Baekhyun-ssi. Lagipula Kai memang belum pernah aku traktir hahaha.”

“ah,kamsahamnida Sehun-ssi..”

“Kajja!” Ujar Sehun sambil menarik pergelangan tangan Baekhyun.

“eits! Agresif sekali kau pada hyungku..” Ucap Kai lalu melepaskan genggaman Sehun pada tangan kakaknya dan setelah itu, justru ia genggam jemari-jemari lentik milik Baekhyun.

Baekhyun hanya terkekeh ringan dan Sehun pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Ah.. mianhae… aku tidak sengaja.” Ucap Sehun.

“hahaha hey pelatih, hyungku sudah memiliki kekasih. Kau harus hati-hati hahaha” Kai pun hanya tertawa puas.

Baekhyun pun memukul ringan lengan Kai lalu ia senderkan kepalanya pada bahu Kai sambil berjalan menuju Café yang dimaksud Sehun.

——

——

——

“Baekhyun-ssi, Jongin-ah, kalian ingin pesan apa?” Tanya Sehun

“aku ingin milkshake strawberry saja.”

“aku ingin mocha latte!”

“emm baiklah… Pelayan!” Panggil Sehun.

“Ne, mau pesan apa tuan-tuan?”

“Milkshake strawberry satu, mocha latte satu, dan bubble tea satu.”

“Ne, silahkan tunggu 5 menit tuan-tuan.”

Setelah pelayan itu pergi, keheningan pun terjadi. Ya, suasananya terlihat sedikit canggung.

“Emm pelatih, kapan pertandingan selanjutnya akan diadakan?” Tanya Kai mencairkan suasana.

“hey Kai, jangan panggil aku pelatih jika sudah di luar jam latihan, panggil saja aku Sehun hyung. Kemarin aku baru saja mendapat info, katanya akan ada pertandingan antar sekolah akhir bulan ini.”

“ah ne, baiklah Sehun hyung hahaha. Wah, aku sudah tidak sabar!” Ujar Kai.

Baekhyun hanya tersenyum senang tanpa ikut serta dalam percakapan mereka tentang bola itu.

“Sehun-ssi, sepertinya aku ingin ke toilet dulu. Dimana letaknya?” Tanya Baekhyun.

“ah, disana Baekhyun-ssi. Di sudut ruangan sebelah kiri. Perlu ku antarkan?”

“oh.. kamsahamnida. Tidak perlu Sehun-ssi, aku bisa sendiri.”

“Kau yakin hyung?” Tanya Kai menimpal.

“Ne, aku bukan anak kecil!” Ujar Baekhyun sambil menyentil pelan hidung Kai.

“haah baiklah. Cepat kembali!”

“ne.. ne.. ne..”

“Kai” Panggil Sehun.

“Waeyo hyung?”

“Kakakmu… imut sekali.” Ujar Sehun sambil tersenyum menatap Baekhyun yang berjalan menjauh.

“hahaha tentu saja! Eh, kau menyukainya?”

“emm aku juga tidak tahu. Karismanya begitu kuat, dia cantik.”

“Bukankah aku telah mengatakan padamu bahwa ia telah memiliki kekasih?”

“hufftt ne, aku tahu. Namja itu beruntung ne hahaha”

“bersabarlah hyung, kau kalah cepat untuk mengenalnya lebih dulu.” Ujar Kai sambil memberikan sedikit wink pada Sehun.

“apa-apaan kau!” Ujar sehun sambil memukul kepala Kai.

#np sweet nightmare (go click the link above or play it https://soundcloud.com/putichitara/sweet-nightmare)

BAEKHYUN-SIDE

“ah ternyata cukup besar juga toiletnya, tapi sepi sekali…”

‘Mwo?!? Se-sepi… hanya ada aku.. disini…’

Aku mulai merasa sedikit panik, aku langsung berusaha untuk menghilangkan pikiran burukku. Kejadian itu… kemarin.. masih sangat tertancap dibenakku.. Tidak Byun Baekhyun.. Kejadian itu hanya halusinasimu saja kemarin.. Kau tidak boleh cemas..

Aku terus berusaha menenangkan diriku dengan perasaan hatiku yang sudah sangat tak enak, sesak bercampur takut. Aku ingin berteriak, namun… ini tempat umum. Aku bisa sangat memalukan.

Aku pun mempercepat kegiatanku. Setelah selesai, aku langsung menaikkan resleting jeans-ku kembali. Saat aku membuka pintu…

CKLEK

CKLEK

CKLEK

CKLEK

APA YANG SALAH DENGAN PINTU TOILET INI?!?! Setiap aku membuka kuncinya, kunci itu akan bergerak sendiri dengan menguncinya kembali. Tanganku langsung bergemetar, aku masih menahan teriakanku.. aku masih memaksakan kehendakku untuk membuka kunci itu…

CKLEK CKLEK

CKLEK CKLEK

Masih TIDAK BISA! Ya Tuhan, aku mohon bantu aku…. Tanganku terasa benar-benar melemas. Aku sudah tidak sanggup lagi untuk sekedar membuka kunci pintu itu.. Rasa takut itu seketika menghampiriku. Aku mulai menyenderkan tubuhku pada ujung toilet. Meringkuh badanku disana, dan ku peluk erat tubuhku sendiri.

CKLEK CKLEK

CKLEK CKLEK

Tanpa aku sentuh pun ternyata kunci toilet itu masih bergerak sendiri -membuka dan menutup kuncinya-. Aku gigit dengan keras bibir bawahku, ku redam sebisa mungkin rasa cemasku. Aku ingin berteriak, sungguh. Jika memungkinkan.

TES

TES

Air mataku mulai terjatuh. Sungguh.. bayang-bayang tulisan yang ada di dinding toilet kemarin masih tercetak jelas dalam otakku.

“K-kai.. hiks… K-kai..” Panggilku pelan. Aku tidak punya tenaga lagi selain untuk merengkuh erat tubuhku sendiri.

“T-tolong..”

Kunci toilet itu pun berhenti seketika dan dalam keadaan masih terkunci rapat.

WUUUSSSHHH~~

Sedikit getaran halus berhembus di telingaku, seperti ada seseorang yang menghembuskan nafasnya disana.

“Byun Baekhyun…. Die… die… die.. kau harus merasakan apa yang aku rasakan…”

Suara itu langsung mengusik gendang telingaku. Air mataku tak berhenti mengalir, detak jantungku seakan mau lepas, keringat dingin terus membanjiri tubuhku, tidak kali ini tidak hanya dipelipisku, tapi di sekujur tubuhku..

“You must die…”

Aku terus mencoba untuk menutup telingaku namun tidak ku biarkan untuk menutup kedua mataku, aku takut hal yang tidak ku inginkan akan terjadi.. Tuhan, kesalahan apa yang pernah aku perbuat sehingga terjadi hal seperti ini?

Aku masih terkunci di dalam toilet itu. Aku terus meraung pelan sambil mengucapkan kata “Kai” dan “tolong”. Aku benar-benar tak ada kekuatan sama sekali. Aku hanya membiarkan tubuhku terkulai lemas. Apa yang harus aku lakukan? Siapapun tolong aku….

BUG

BUG

BUG

 BUG

Terdengar suara pintu toilet itu yang dipukul dengan sangat keras. Tubuhku mulai menegang. Nafasku mulai tak beraturan. Sekujur tubuhku mulai bergetar. Sungguh aku tidak bercanda saat aku bilang, aku.. takut…

 

BUG

BUG

BUG

 

 

“Baekhyun-ssi, kaukah yang di dalam?”

“Se-sehun….” Lirihku perlahan.

Aku langsung berusaha menggapai kunci pintu toilet itu, lagi. Dan aku harap kali ini…

BISA TERBUKA!

AUTHOR POV

CKLEK~

“Baekhyun-ssi, wajahmu sangat pucat! K-kau kenapa?” Tanya Sehun dengan wajah yang tersirat kekhawatiran disana saat Baekhyun keluar dari toilet.

“a-aku ta-takut… hiks…” Tangis Baekhyun mulai lolos dari bibir mungilnya.

GREP~

Tanpa berpikir panjang, Sehun pun langsung memeluk tubuh Baekhyun dengan erat. Membiarkan namja mungil itu melepaskan segala ketakutannya.

“tenanglah.. uljima.. aku disini…”

“hiks hiks… sungguh aku sangat takut.. hiks hiks..”

Sehun tak menjawab, ia hanya terus memeluk erat tubuh Baekhyun sambil sesekali mengusap punggungnya, memberikan sedikit kelegaan pada diri Baekhyun.

“Baekhyun hyung!” Panggil Kai yang ternyata ikut menyusul Sehun karena Baekhyun memang tidak kembali pada meja makan mereka dalam waktu yang cukup lama.

Sehun tidak menoleh ke arah Kai yang ada di belakangnya, ia tau ada Kai. Namun, hatinya masih terus menuntunnya untuk merengkuh namja mungil yang sedang ketakutan ini.

Karena merasa tak mendapat respon dan ia juga melihat kakaknya menangis, Kai langsung menyentuh pundak Sehun seakan berkata ‘terima kasih telah menenangkannya’ dan ia pun mengulurkan tangannya untuk mengambil alih kegiatan Sehun tadi. Ia tarik perlahan tangan mungil Baekhyun dan otomatis Sehun pun melepaskan pelukannya. Ada sedikit keganjalan di hatinya –sehun, namun ya, dia memang harus mengerti keadaan dan kenyataan.

Kai langsung memeluk tubuh rapuh kakaknya dengan amat sayang.

“Ada apa hyung? Kau kenapa?” Tanya kai lirih dan sesekali mengecup puncak kepala kakaknya.

“ke-kejadian kemarin, terulang lagi Kai.. hiks hiks…” Ujar Baekhyun di sela-sela tangisnya.

Kai sedikit mengerutkan keningnya dan ia langsung membelalakkan matanya ketika ia ingat kejadian ketika Baekhyun pingsan waktu itu. Refleks tangannya langsung mencengkram erat pundak Baekhyun. Tangan Kai ikut bergetar..

“A-aku melihat sesuatu saat malam dimana kau pingsan waktu itu hyung… Ba-bayangan itu..” Ujar Kai dengan nafas yang tergesa-gesa.

“Bayangan?” Tanya Baekhyun heran dan menengadahkan kepalanya untuk menatap adiknya.

“Sa-saat kau sedang pingsan dan tertidur, a-aku melihat bayangan hitam yang tubuhnya mirip sepertimu, ia berada persis di atas tubuhmu… seperti memegang sebuah kapak. A-aku lihat Chanyeol hyung juga ikut tertidur. Ketika itu, aku juga sedang merebahkan tubuhku di sofa menunggumu siuman, namun saat aku hampir terlelap… bayangan hitam itu tiba-tiba mendatangi tubuhmu dan bergerak mengelilingi tubuhmu, se-setelahnya aku lihat ia berdiri di samping tubuh Chanyeol hyung d-dan menghilang.. Awalnya aku kira itu efek karena aku sedang mengantuk jadi tidak aku hiraukan, namun saat aku kembali ke kamar, aku melihat bayangan itu lagi melintas keluar jendela dan… menghilang lagi. Bayangan itu.. terlampau nyata, dan aku rasa ini ada sangkut pautnya dengan kejadian ini juga sewaktu kau pingsan itu hyung.” Ujar Kai panjang lebar. Air mata Baekhyun pun lolos lagi dan wajahnya mulai memucat lagi. Rasa takutnya pun semakin memuncak ditambah dengan penjelasan Kai barusan. Ia tahu… Kai… tidak pernah berbohong padanya..

Keheningan pun melanda, Sehun yang tidak mengerti dengan keadaan di hadapannya pun akhirnya berusa menenangkan keduanya.

“Lebih baik kita pulang.. akan aku antarkan kalian berdua untuk pulang.. Aku pikir, kalian butuh istirahat..”

“Ne, kamsahamnida Sehun-ssi….”

——

——

——

——

TBC OR END? 

yuuuhuuuuuu~~~ hey guys! udah sekian lama DOKI hiatus hehehehe maaf yaaaa {{}} nah, sekarang doki habis ngeluarin ff baru, sebenernya genre-nya horror tapi maaf kalo horrornya ga berasa soalnya DOKI juga masih tergolong penakut, dan untuk alur yang ga beraturan beserta bahasa yang berantakan… mohon dimaklumi  -___-v 

kira-kira ada yang udah bisa tebak endingnya gaa? coba tebaak doong hehehehe #maksa

hemmm tergantung ke para readers juga sih kalo ff ini mau dilanjutin atau engga, KRITIK DAN SARAN atau KOMEN-NYA SELALU DITUNGGU GUYS! ^^

dan mohon maaf kalo DOKI sering hiatus lagi untuk selanjutnya yaaaa.. MUCH LOVE FOR MY READERSNIM <3 :*

THANKS A LOT BUAT SEMUA YANG UDAH PERNAH NGEKOMEN ATAUPUN NGE LIKE FF KARYA DOKI DAN NGERAMEIN WP INI, FOLLOW-NYA DITUNGGU JUGA YAAA ^^

maaf lagi kalo akhir-akhir ini, aku ga bales komen kalian satu-satu lagi, tapi yang pasti aku selalu dan pasti baca komenan dari kalian SEMUA kooook :D

122 thoughts on “[FF YAOI] TERROR

  1. Ding..diiding..giding.. Mrinding :3
    Suka banget sama ff.y thooor.!!!!
    Aku mau lanjutannya.!! harus baca :'( klo nggak ntar authornya aku tuntut T.T *maksa
    hehe.. becanda ding.. :D
    Bahasanya enak thoor, ga sulit buat di pahamin, emang sih critanya agak berat juga…..
    Tapi aku suka….
    Aku mau juga pasword buat Chap 2.y..

  2. aku sih agak aneh sama kai, maksudnya hubungan kai sama baek kyk bukan adik ke kakaknya, kyk kurang wajar, apa2 jngn yg neror baek itu kai ?
    atau sebenernya itu hanya halusinasi baek, tpi klau iya, knpa kai bilang liat bayangan berarti itu bukn halusinasi baekhyun .. aku sih curiganya sama kai ..
    aku penasaran banget

  3. aku sih agak aneh sama kai, maksudnya hubungan kai sama baek kyk bukan adik ke kakaknya, kyk kurang wajar, apa2 jngn yg neror baek itu kai ?
    atau sebenernya itu hanya halusinasi baek, tpi klau iya, knpa kai bilang liat bayangan berarti itu bukn halusinasi baekhyun .. aku sih curiganya sama kai ..
    aku penasaran banget

    aku boleh nggk minta pass buat chapter 2 nyaa ? jeball~

  4. hei unn, xD aku review nih~~ uuh ini deg degan bgt serius. aku curiga sm kai. dia ky ga suka gitu sm hubungan chanbaek e.e atau itu mantanya chanyeol yg udah, dead? aah aku minta pass nya ya kak xD pe..na..sa..ran

  5. baek sama kai sodara yang anu/? ya, suka deh sama mereka
    itu baekie kenapa eohh ??? bayangan itu siapa ?? halusinasi doang apa emang manusia
    tapi kalo manusia kok bisa ilang e.e
    apa ini ada hubungannya sama chanyeol ?? apa sama sehun *loh kok sehun dibawa bawa e.e

    aku baru baca ff ini dan sumpah bikin penasaran banget >_<

  6. hello author, tetap lanjutkan ya nulis ffnya tpi klo boleh sedikit saran, sekali2 bergenre detektif, biar lebih seru :) author aku minta password buat part 2nya dong, kepo bgt nih :D

your comments are meaningful for me. gomawo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s