[FF YAOI Chanbaek/Baekyeol/Krisbaek] FORBIDDEN AREA


TITLE : FORBIDDEN AREA

AUTHOR: DOKI OR CHANBAEKYEOLLIE

CAST: PARK CHANYEOL , BYUN BAEKHYUN, WU YI FAN, and others

PAIRING : BAEKYEOL / CHANBAEK slight krisbaek – krisyeol (maybe)

 GENRE : Karedok gaje -,- (YAOI pasti, horror gagal, hurt/comfort, Fluff, family, Fantasy, dll)

LENGTH : ONE SHOOT  aja kali ya

RATED:  T+ dikit (mungkin)

WARNING: gaje, typo, ga dapet feel-nya, YAOI,  alur kecepetan, OOC, lebay, ga masuk akal, dll

FF ini, aku terinspirasi dari berbagai macam ff yang pernah aku baca dan film-film yang pernah aku tonton. Maaf ga bisa nyebutin satu-satu terima kasih untuk para inspirator (?) aku dalam menulis. Jeongmal gomawo untuk para authornim yang udah membantu aku belajar dari ff-ff kece kaliaaan.

DON’T WORRY, I’M NOT A PLAGIATOR ^^ Walaupun aku penggemar ff, tapi aku ga akan nge kopi-ket tulisan-tulisan para authornim kok ^^

SEBELUM BACA FF INI, DISARANKAN UNTUK BACA MALEM-MALEM (kalo mau sih, lah emang ada yang mau  baca? ._.v) terus setel soundtrack yang cukup menyeramkan menurut para readers ^^ hehehehe

Baiklah untuk para readers yang baik hati, SILAHKAN MEMBACA… ^^

Dan untuk SILENT READERS, cepat bertaubatlah karena mungkin suatu saart kalian akan tahu saat kalian ada diposisi Doki (lebay .-.)

 

——————————————————-

 

AUTHOR POV

“hey siput hamil! -_- Ayo cepat! Lama sekali kau!” Ujar Kris protes karena sudah terlalu lama menunggu adik kandungnya itu, ya siapa lagi kalau bukan Park Chanyeol.

“bawel sekali kau hyung seperti ahjumma yang ingin melahirkan saja iisshh ” Jawab Chanyeol.

“tidak sopan sekali kau siput!” Ujar Kris karena tidak terima dengan ejekan Chanyeol.

“salah sendiri! kau yang memulai untuk mengejekku duluan.” Ujar Chanyeol tak mau kalah.

“itu karena kau lama sekali! Bahkan saat oemma masih ada, ia tidak pernah bersolek selama kau.” Ujar Kris.

“Aku tidak berdandan!” Protes Chanyeol.

“Lalu?”

“Aku hanya mengecek semua persiapan kita untuk mendaki kawasan asing itu!”

“sudahlah, pasti disana banyak orang juga. tidak usah khawatir kita bisa mencari informasi pada mereka. Kajja kita berangkat!” Ucap Kris pada akhirnya.

Chanyeol hanya menurut dan mengikuti langkah hyungnya menuju mobil mereka.

========

“aiiiih akhirnya kita sampai juga.” Ucap Chanyeol.

“hemm… oh iya, mengapa disini sepi sekali, ne?” Ujar Kris.

“entahlah. Hufft aku lelah..” Ujar Chanyeol sambil menyenderkan kepalanya pada jok mobil.

“Mwo?!? Lelah? Bangun siput! Kita baru saja sampai kau sudah lelah.” Ujar Kris sambil menjitak kepala Chanyeol.

“aiissh appo! Kepalaku ini limited edition tau!” Protes Chanyeol.

“I don’t care.. kajja kita mulai mendaki! Sepertinya hari sudah semakin petang.” Ucap Kris.

“lalu mobilnya?”

“kita cari dulu saja tempat yang aman untuk memarkir mobil ini.”

“hemm.. bukan ide buruk.”

========

CHANYEOL POV

Kami pun memulai pendakian kami di gunung asing ini, yah maklumlah ini pertama kalinya aku mendaki sebuah gunung. Kris hyung bilang tempat ini sangat tenang sehingga sangat nyaman jika kita akan camping disini. Jadi aku hanya menurutinya saja, lagipula kuliahku sedang libur dan aku pikir tidak ada salahnya untuk sekedar melepas penat untuk pergi ke gunung ini walaupun menurutku gunung ini tidak terlalu tinggi atau bisa dibilang seperti bukit lapuk yang meminta penghuni hahaha ani maksudku ini seperti bukit lapuk yang dikelilingi oleh pepohonan yang sangaat tinggi sehingga hampir menutup cahaya yang akan masuk dan terkesan cukup menyeramkan menurutku tapi mungkin tidak untuk hyungku yang sok pemberani itu.

Kami terus melangkah menyusuri perbukitan lapuk ini. Suasananya sangat sepi bahkan aku dapat mendengar suara gesekan sepatu kami dengan daun-daun kering yang banyak berguguran.

“Come here with me…

Take my hand and enter my world..

Between these tree and those gust of wind..

We’ll glow in the dark…

And we’ll find our heaven..”

Suara bisikan itu menghampiri telingaku, terasa sangat dekat dan sukses membuat bulu kudukku merinding. Refleks, aku langsung mencengkram lengan Kris hyung sambil memejamkan mataku. Aiiih mengapa aku jadi selembek ini.

“hey siput! Ada apa denganmu?” Tanya Kris hyung heran.

“h..hyung..a-apa ta..tadi kau dengar suara bisikkan yang melantun seperti sebuah lagu pengantar.. arwah?” Tanyaku gugup pada Kris hyung.

“bisikkan? Pengantar arwah? Aiisshh jangan bergurau! Aku tidak mendengar apa-apa. Mungkin itu hanya halusinasimu saja.” Ucap Kris hyung.

“ta..tapi tadi aku..” Ujarku terputus.

“sudahlah. Ayo cepat kita lanjutkan perjalanan!” Ujar Kris Hyung pada akhirnya.

Aku hanya menghela nafasku. Aku sangat yakin jika itu bukan halusinasi, suara itu terlampau jelas untuk dikatakan sebuah halusinasi. Aku yakin ah ani sangat yakin, pasti ada sesuatu yang tidak beres disini. Aiiissshh mengapa Kris hyung mengajakku kesini sih.

WUUUSSSSHHHH~~

Tiba-tiba hembusan angin yang sangat kencang menghempas suraiku. Sekelebat bayangan seperti menghampiriku seiring hembusan angin kencang itu. Untuk kali ini, aku sedikit percaya dengan kata-kata Kris hyung tadi tentang halusinasiku. Mungkin karena aku yang tidak terlalu fokus dengan perjalanan ini. Yep aku tidak boleh melamun. Aku pun langsung mengikuti langkah Kris hyung yang sudah cukup jauh  di belakangnya sambil sesekali menyenandungkan beberapa lirik lagu yang sekedar mampir di benakku.

========

                Hari sudah mulai malam, aku dan Kris hyung pun memutuskan untuk mendirikan sebuah tenda disini. Ya dari awal itu memang niat kami, untuk bermalam disini sambil ditemani sebuah api unggun kecil yang kami lakukan untuk menghindarkan diri dari hiruk pikuk ramainya perkotaan. Aku akui suasana disini memang sangat jauh dari suasana perkotaan bahkan terlampau jauh sehingga terkesan angker untukku. Sedari tadi pikiranku masih tak fokus dan terus menerus terganjal oleh kejadian petang tadi saat kami baru memulai pendakian kami dan memasuki kawasan yang menyeramkan ini.  Entah ini hanya firasatku saja atau memang benar bahwa ini adalah sebuah… kawasan terlarang?  Aiiisssh pikiranku semakin ngelantur saja.

Aku pun bergegas untuk membuat sebuah kopi yang mungkin saja bisa cukup menghangatkanku dari cuaca yang sangat dingin ini. Aku mengambil sesachet kopi dan mulai mencampurkannya dengan air hangat.. hemm tunggu. Air hangat? Astaga, aku baru ingat, kami belum membuat air hangat. Haaaiiiih padahal aku kira Kris hyung telah mengambil air dari sungai lalu memasaknya, ternyata.. belum -_-

“Hyung! Kau belum membuat air hangat?” Tanyaku dengan suaranya yang cukup keras.

“ne, aku belum membuatnya. Ambil saja air dari sungai yang tidak jauh dari sini, aku yakin airnya masih murni.” Ujar Kris hyung.

“mengapa tidak kau saja hyung? Nanti aku yang memasaknya.” Ujarku.

“kenapa? Kau takut eoh?” Ejek Kris hyung.

“TIDAK! AKU TIDAK TAKUT!” Ujarku kesal lalu langsung mengambil 1000 langkah untuk menuju sungai yang dimaksud oleh Kris hyung tadi.

“Selected v.i.p wouldn’t it be mind blowingly awesome. Now we’re on rock-rock aissshhh susah sekali sih lirik lagu itu.” Gumamku sambil terus berjalan menuju sungai itu.

WUUUSSSSHHHH~~

Hembusan angin kencang menghampiriku lagi untuk kesekian kalinya namun untuk yang kali ini aku merasa ada yang sedikit berbeda, aku merasa seperti ada seseorang yang sedang meniup daerah sekitar tengkukku juga. aku langsung berjalan cepat dan cukup terburu-terburu menuju sungai itu. Aku melirik ke arah jam tanganku yang menunjukkan pukul 23.30. Seketika aku langsung merinding, jujur dikeadaan ini, aku cukup takut aaah maksudku AKU SANGAT TAKUT!

 

“Come here with me…

Take my hand and enter my world..

Between these tree and those gust of wind..

We’ll glow in the dark…

And we’ll find our heaven..”

 

                Suara itu lagi… dan sekarang suara itu terus menerus terngiang di otakku. Sekujur tubuhku langsung lemas. Namun entah kenapa langkah kakiku seakan bergerak sendiri untuk menuntunku ke  arah sumber suara itu. Sekuat tenaga aku sudah berusaha untuk mencoba menghentikan langkah cepatku ini tetapi sungguh aku benar-benar tak bisa. Peluh membanjiri pelipisku dengan teriakan hatiku yang seakan berharap Kris Hyung akan langsung menolongku namun lagi-lagi mulutku seakan bungkam dan hanya bisa bergumam kecil saja.

—-

—-

—-

Setelah beberapa lama, langkahku pun terhenti pada sebuah pohon tua yang sangaaat besar. Samar-samar ku lihat sesosok namja mungil yang meringkuk dengan tubuh bergemetar di bawah pohon tua nan besar itu. Dengan perlahan, aku mendekati sosok itu. Aku mensejajarkan tubuhku dengan tubuhnya itu dan tanganku terjulur untuk menyentuh bahu kecilnya itu. Sosok itu pun mendongak dengan wajah yang sangat pucat dan sisa bulir air mata yang masih membasahi permukaan pipi mulusnya itu.

GREP~

Dengan cepat namun pasti sosok itu langsung menghempaskan tubuhnya pada tubuhku. Ia langsung memelukku dengan sangat erat. Degup jantungku langsung berdetak tak normal, bukan kali ini bukan karena aku sangat ketakutan tetapi entahlah aku merasa sosok ini sedikit menggelitik hatiku untuk menjulurkan tanganku dan mengusap punggung mungilnya yang bergetar.

“tolong.. tolong aku..”  bisiknya kecil.

Aku hanya terus mengusap punggungnya dengan lembut setidaknya mungkin itu bisa membuatnya lebih tenang. Aku menangkupkan wajahnya dengan kedua tanganku.

DEG

                DEG

                DEG

 

‘neomu yeppo…’ Batinku dalam hati.

Aku lihat ia melambaikan tangannya di depan kedua mataku.

“g..gwenchanayo?” tanyanya sedikit takut.

“a-ah ne.. gwencahana. Hari sudah malam. Kau tidak pergi bersama rombonganmu?” Tanyaku.

Ia menggeleng dan berkata, “teman-temanku sudah pergi, aku kehilangan jejak mereka dan aku tak tahu harus kemana..” Ujarnya dengan air mata yang sudah berkumpul di ujung mata beningnya itu.

“hey, jangan menangis lagi. Kau bisa ikut aku untuk bermalam di tendaku untuk sementara.” Ujarku lembut sambil menggenggam tangannya yang sangat dingin itu.

Ia mengangguk dan aku pun langsung menggandeng lengannya untuk melangkahkan kaki menuju tendaku dan Kris hyung. Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya.

“bisakah aku percaya denganmu?” tanyanya tiba-tiba.

Sontak aku kaget dengan pertanyaannya namun tak beberapa lama aku mengerti maksudnya, aku pun menoleh ke arahnya dan tersenyum lembut.

“ne, percayalah denganku. Aku tidak bermaksud jahat sedikit pun. Aku hanya ingin menolongmu. Setidaknya kalau pun nanti kami akan tersesat, kau tidak akan sendirian.” Jawabku.

Ia pun membalas senyumanku dengan lebih lembut. Dan kali ini aku sangat menyadari bahwa ada seperti sengatan listrik kecil saat aku berada di dekat namja imut ini. Aah entahlah aku tidak tahu perasaan apa ini.

“gomawo..” Ucapnya dengan sedikit menundukkan kepalanya, hemm takut mungkin atau malu?

“ne, cheonma. Emm apa boleh aku tahu siapa namamu?” Tanyaku.

“baek..baekhyun. Byun Baekhyun. Kau?” Ujarnya.

“Aku Park Chanyeol.” Jawabku lalu kami pun berjabat tangan singkat.

“kajja kita pergi” Ajakku dan dia pun hanya menjawab dengan anggukan kecil.

—-

—-

—-

—-

Kami hemm maksudku aku dan Baekhyun pun akhirnya sampai di tendaku dan Kris hyung. Aku meletakkan teko kecil yang tadi sempat kubawa untuk mengambil air di sungai walaupun pada akhirnya tidak jadi kugunakan karena aku bertemu dengan Baekhyun.

“Hyung!” Panggilku pada Kris Hyung.

“ne, waeyo?”

“maaf tadi aku tidak jadi mengambil air di sungai, mungkin besok pagi saja karena tadi saat di jalan aku bertemu namja ini, kasihan ia sendiri dan ia ditinggal oleh rombongannya. Ia tersesat. Bolehkan jika ia akan bermalam sementara disini?”

Aku lihat kening Kris hyung langsung mengerut sepertinya ia sangat bingung dengan apa yang aku bicarakan barusan.

“hey hyung kau dengar aku tidak!” Bentakku karena tidak mendengar sepatah kata pun yang keluar dari mulut Kris hyung setelah aku bertanya ‘bolehkah namja itu bermalam disini?’

Tiba-tiba tangan Kris hyung langsung memegangi dahiku.

“Kau tidak demam.” Gumamnya.

“Hyung, kau gila?” Tanyaku heran.

“Justru aku yang harus bertanya padamu. Apa kau gila?” Tanyanya dengan wajah yang cukup serius.

“Apa yang kau bicarakan hyung!” Ujarku.

“k..kau? apa yang ada dipikiranmu?” Tanya Kris Hyung.

Kali ini justru aku yang mengerutkan kening. Lama-lama aku tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh hyungku ini.

“hyung?” Ujarku yang ikut bingung.

“Kau dengan siapa tadi kau bilang?” Tanyanya.

Aku menghembuskan nafasku dengan berat. Aku tidak menyangka Kris hyung, kakakkku yang terkenal cerdas (katanya), bisa selamban ini dalam berpikir.

“hyung, apa kau tidak lihat jika aku bersama nam-“ Ucapanku sontak terputus, mataku langsung membelalak karena nyatanya Baekhyun sudah tak ada lagi. ‘kemana dia?’ pikirku dalam hati.

“bersama siapa?” Tanya Kris hyung lagi.

“hyung, sungguh tadi aku bersama seorang namja mungil yang sedang ketakutan.” Jawabku.

“aiiissshh hari ini kau aneh sekali. Sudahlah, mungkin kau hanya sedang lelah. Cepat bersiap tidur, lagipula sekarang sudah mulai gelap.” Ujar Kris hyung lalu melangkah ke dalam tenda kami.

“n..ne..”Ucapku seadanya karena masih tercengang dengan keadaan barusan. Aku sangat yakin tadi Baekhyun bersama denganku. Mengapa tadi dia menghilang? Aiih entahlah aku hanya bisa mengacak-acak rambutku karena tidak punya jawaban atas pertanyaanku sendiri. Yang pasti aku yakin kalau BAEKHYUN ITU NYATA. Dan besok pagi, aku berniat akan mencarinya lagi. Mungkin saja ia kehilangan jejakku tadi.

========

“hoaaaaammmm” erangku saat aku baru saja membuka kedua mataku untuk membiasakan mataku dengan cahaya mentari yang kini menyapaku.

“hey siput hamil! Cepat bangun! Aku telah membuat sarapan kecil untuk kita” Panggil Kris hyung dari luar tenda.

Aku beranjak keluar dari tenda dengan menyeret langkahku. Ya, maklum saja aku masih lelah sebenarnya. Aku lihat Kris hyung sudah duduk di depan tenda sambil menyerahkan sebuah sandwich kepadaku.

“Makanlah..” Ujarnya.

Aku mengambil sandwich itu dan meminum segelas air putih dulu sebelumnya. Hemmm ya bahagia sekali menjadi diriku, baru bangun saja sudah disuguhi sarapan lezat ini hahahaha. Setelah Kris hyung menyelesaikan sarapannya, aku lihat ia mulai beranjak dari tempat duduknya.

“Mau kemana hyung?” Tanyaku.

“entahlah sepertinya aku akan mencari persediaan kayu untuk membuat api unggun nanti malam.” Jawabnya.

Aku pun mengangguk mendengar jawabannya. “hemm memangnya berapa hari kita akan menginap disini hyung?” Tanyaku lagi.

“mungkin… besok kita akan pulang. Waeyo?” Tanya Kris hyung balik

.”ani. aku hanya bertanya saja.” Jawabku sekenanya.

“oh iya, kemarin kau kenapa?”

Aku tersentak. “memangnya aku kenapa?” Tanyaku balik.

“kau aneh sekali kemarin. Aku kira kau betul-betul gila atau kerasukan.”

“hey bicara apa kau!”

“hahahaha ani ani. Sudah cepat habiskan sarapanmu! Setelah itu, bantu aku untuk mencari kayu!”

“dasar cerewet!”

—-

—-

—-

“aku harus mencari kayu yang seperti apa ya?” Ujarku pada diriku sendiri, tunggu ku peringatkan kalian bahwa aku tidak gila hanya karena berbicara sendiri. Dan.. aku yakin kalian juga pernah berbicara sendiri kan?

TREK~

                Aku mendengar suara gesekan kayu-kayu. Sontak aku langsung menolehkan kepalaku kea rah sumber suara itu. Dan yang aku dapati adalah….. “Baekhyun?” Ujarku tak percaya.

Ia tersenyum dengan sangat lembutnya. “Kau membutuhkan ini?” Tanyanya sambil menyerahkan beberapa ranting pohon yang ada di genggamannya.

Aku pun menganggukkan kepalaku perlahan lalu mengambil beberapa ranting pohon itu.

“g-gomawo..” Ucapku yang masih speechless.

“cheonma.” Ujarnya dan langsung melangkah menjauh.

TEP~

                Entah kenapa tanganku langsung reflex menahan lengan mungilnya yang terasa begitu kecil di genggaman tanganku.

“Waeyo?” Tanyanya dengan ekspresi mata yang sangat imut.

“kemarin kau kemana? Kenapa kau tiba-tiba tidak ada? Lalu tadi malam kau tidur dimana?” Tanyaku balik dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.

“tak apa.. kau tidak perlu khawatir lagi terhadapku. Sejak bertemu denganmu kemarin, aku sudah merasa cukup tenang dan lega.” Jawabnya yang menurutku sangat tidak nyambung dengan pertanyaanku.

“Tapi kau tidur dimana? Kau punya persediaan? Kau sudah makan?” Tanyaku lagi.

Ia hanya tersenyum tipis lalu melepaskan genggamanku perlahan pada lengan mulusnya itu.

“aku baik-baik saja..” Jawabnya yang semakin membuatku bingung.

“k..kau benar Byun Baekhyun kan?” Tanyaku lagi sekedar untuk memastikan karena pasalnya kemarin ia terlihat sangat menyedihkan dan kesepian.

“ne..” Jawabnya singkat dengan senyum yang masih bertengger di bibir tipisnya itu dan membuatku semakin menyadari betapa cantiknya namja dihadapanku ini.

“Bukankah kemarin kau bilang kau ditinggal oleh teman-temanmu? Lalu mengapa kau tidak ikut bersamaku saja agar kau tidak sendirian?” Tanyaku lagi karena aku benar-benar ingin tahu dan sangat bingung.

“ne.. tapi sekarang aku telah menemukan tempatku.. sekali lagi gomawo karena kemarin kau mau menolongku” Ujarnya.

“O-ooh begitu.. hemm baiklah. Ne, sama-sama.” Jawabku.

“sepertinya hyungmu akan mencarimu.” Ujarnya.

“Oh iya! Aku lupa! Maaf baekhyun-ssi sepertinya aku harus segera kembali ke tendaku” Ucapku.

Ia hanya mengangguk dengan senyuman malaikatnya itu. Aiiih cantik sekaliiiiii

Aku pun melangkahkan kakiku untuk berbalik menuju tendaku dan Kris hyung. Baru dua langkah aku berjalan, aku menoleh ke belakang untuk melihat Baekhyun.

DEG

‘dimana Baekhyun? Di..dia menghilang lagi? Apa mungkin dia adalah… ah buang pikiran negatifmu chanyeol!’ Batinku.

—-

—-

—-

“hey, kau sudah dapat kayunya?” Tanya Kris hyung saat aku sudah sampai di tenda.

“ne, hyung.” Jawabku sambil menyerahkan kayu yang aku dapat dari Baekhyun pada Kris Hyung.

“oh iya, kau jaga tenda dulu ya. Aku ingin mengunjungi hemm makam temanku disini.” Ujar Kris hyung.

“A-ah aku ikut saja hyung.” Ujarku.

“aiiih kau penakut sekali. Baiklah. Kajja..” Ujar Kris hyung.

Aku tidak memperdulikan ucapan kris hyung itu dan langsung berjalan mengikutinya.

—-

—-

“Ini makamnya? Kecil sekali?” Tanyaku pelan.

“Sebenarnya ini bukan makamnya, hanya saja, aku dan teman-temanku membuat gundukan tanah kecil disini dan sedikit kami hias dengan bunga-bunga untuk mengingat jasad sahabat kami yang tiba-tiba menghilang dulu.” Jawab Kris hyung dengan semburat kesedihan di wajahnya.

Aku pun hanya mengangguk dan turut berduka atas hilangnya sahabat hyungku ini. Aku melirik replika batu nisan yang mereka buat untuk sahabat mereka ini. Dan seketika kedua mataku membelalak “BAEK-BAEKHYUN? Nama sahabatmu itu byun baekhyun?” Sontakku.

Aku lihat Kris hyung langsung menoleh ke arahku. “ne, waeyo? Memangnya kau mengenalnya? Aku kira baekhyun sangat pendiam sehingga ia tidak mungkin punya banyak teman selain aku dan sahabat-sahabatku. Aiiih ternyata, namja imut itu mengenal adikku ini.” Ujar Kris hyung.

“bu-bukan begitu.. ha-hanya saja..”

“kau menyukainya?” Ujar kris hyung tiba-tiba.

DEG~

Aku hanya diam terpaku dan tidak bisa membalas apa-apa atas pertanyaan hyungku tadi. Bagaimana aku bisa menjawab, karena saat aku mulai menyukai namja kesepian bernama baekhyun yang aku temukan tadi malam itu, tiba-tiba saja ia menghilang dan sekarang, aku mengetahui kenyataan bahwa dia.. sudah meninggal? Jadi.. baekhyun adalah…..

“hey jangan melamun.” Ujar Kris hyung.

“hemm ya aku memakluminya kalau kau menyukainya karena memang banyak sekali namja dan yeoja yang diam-diam menjadi secret admirer-nya dan aku harus mengakui bahwa dulu aku juga sempat menyukainya, namun karena pribadinya yang terlalu tertutup aku tidak bisa mendekatinya, begitu pula dengan secret admirer-nya yang lain. Ia, terlalu fokus pada pendidikannya, bahkan untuk mengobrol saja dia sangat jarang. Dan saat kami mulai dekat, maksudku baekhyun, aku dan sahabat-sahabatku, kami pun memutuskan untuk berlibur disini, sekedar mendaki bukit yang cukup tinggi ini, bukankah menyenangkan? Itu yang kami pikirkan pertama kali, namun di hari terakhir kami camping disini, kami kehilangan Baekhyun saat kami berpencar untuk mencari kayu. Kami pun memutuskan untuk memperpanjang waktu kami disini hanya untuk mencari Baekhyun, sudah 3 hari kami mencarinya dan ia tetap tidak ditemukan. Kami juga telah menelepon pihak kepolisian, dan baekhyun tetap tidak ditemukan juga. saat kami mencoba mengkontak keluarganya.. kami baru tahu bahwa ia adalah mantan seorang anak panti asuhan yang telah hidup mandiri, sehingga ia tidak punya siapa-siapa lagi…” Cerita Kris hyung panjang lebar.

“h-hyung, kapan kejadian itu terjadi?”

“mungkin.. sekitar 6 bulan yang lalu, saat kau sedang berlibur ke Kanada mengunjungi haraboji.” Jawab Kris hyung.

DEG

DEG

DEG

Jantungku berdetak tak normal dan untuk kali ini aku tidak tahu apa yang aku rasakan. Aku cukup takut, aku gelisah dan entahlah seperti ada sudut hatiku yang berdenyut, sakit, seperti merasa kehilangan orang yang sangat aku sayangi.. padahal aku baru tahu Baekhyun kemarin dan dalam keadaan tak wajar. Ya, bagaimana bisa aku bilang wajar jika yang aku temui adalah.. sesosok arwah? Namun hati kecilku sangat yakin bahwa Baekhyun bukanlah arwah yang jahat, mungkin ia hanya butuh.. teman?

“hemm baiklah. Sepertinya kau cukup shock juga, lebih baik kita kembali ke tenda saja.” Ajak Kris hyung dan aku hanya mengangguk sebagai balasannya.

—-

—-

—-

—-

Kini rembulan mulai datang dan memancarkan sinar redupnya yang indah. Aku duduk di samping api unggun kecil yang tadi kris hyung buat, ditemani secangkir teh hangat. Sampai sekarang aku masih shock dengan kenyataan mengenai Byun Baekhyun. Entahlah, pikiranku berkecamuk dan aku tidak habis pikir, mengapa ia mau menampakkan wujudnya dihadapanku? Sedangkan Kris hyung, yang setahu aku adalah sahabatnya justru tak ia hiraukan? Mungkinkah ada sedikit harapan untukku bahwa ia juga… menyukaiku? Bolehkah? Bolehkah aku berharap seperti itu pada sosok yang… sudah tidak ada? Berharap pada sesosok arwah yang sangat indah? Aku tahu itu terlarang, tapi ini adalah pertama kalinya aku menyukai seseorang, ya umurku memang sudah 19 tahun, namun ini pertama kalinya aku mengenal sedikit kata ‘cinta’……

Kulirik jam tanganku yang menunjukkan pukul 22.30. Sedari tadi aku hanya memandangi api unggun dan secangkir teh yang belum aku minum sama sekali. Aku menoleh ke arah tendaku dan kulihat Kris hyung sudah terlelap. Aku menghembuskan nafasku berat, berharap bahwa semua yang kulewati hanyalah mimpi…

“chanyeol….”

DEG~

                Suara itu lagi.. suara yang begitu lembut itu menghampiri telingaku.

“k-kau sudah mengetahui semuanya?” Tanyanya pelan.

Aku mencengkram erat cangkir tehku sambil memejamkan kedua mataku dan berharap bahwa suara itu hanya sebuah ilusi.

GREP~

Aku merasakan kehangatan yang menjalar dari sekujur tubuhku, ini sangat hangat. Aku menyukainya… dan aku yakin bahwa Baekhyun-lah yang sedang memelukku dari belakang saat ini.

“Aku mohon, jangan jauhi aku… aku mohon, jangan membenciku.. aku mohon… anggap aku bagian dari… kalian… hiks hiks hiks” Bisiknya pelan tepat di depan telinga kiriku dengan isakan kecil yang terdengar sangat jelas.

Aku langsung membuka mataku dan membalikkan posisi dudukku agar bisa berhadapan dengan malaikat kecil itu.. Byun Baekhyun…

“aku tidak membencimu.. aku yakin kau nyata…” Ucapku sendu sambil menghapus jejak air mata yang menganak sungai dari kedua Kristal beningnya.

Kedua tanganku pun berhenti di kedua pipi mulusnya, mengusapnya lembut dan perlahan aku mendekatkan wajah cantiknya pada wajahku. Aku kecup bibir mungilnya sepelan mungkin agar ia mengerti betapa tulusnya perasaanku untuknya. Aku arahkan kedua tanganku untuk memeluk posesif pinggang rampingnya agar jarak kami semakin dekat.

Saat ia mulai membalas cumbuanku, aku pun mulai mengulum bibir manisnya itu. Aku hisap bibir bawah dan bibir atasnya bergantian. Bisa kurasakan tangan kurusnya itu mulai menjambak kecil rambutku. Suara-suara kecil yang berasal kecupan-kecupan kami ini pun menjadi saksi bisu antara kisah terlarang kami. Aku pun segera mengarahkannya agar ia bisa duduk dipangkuanku. Perlahan tapi pasti aku sedikit menggendongnya dan melingkarkan kedua kakinya pada pinggangku. Aku pun duduk kembali tanpa melepaskan cumbuan kami yang semakin lama semakin liar. Aku peluk dengan erat tubuh mungilnya untuk mencari kehagatan yang lebih.

Baekhyun mendorong pelan dadaku pertanda nafasnya mulai habis. Aku pun melepas cumbuanku dan mulai beralih pada lehernya yang sangat mulus itu. Ia sedikit mengarahkan kepalanya ke a rah kanan untuk memudahkanku menghisap dan menandai leher jenjangnya itu.

“eungh~” eluh Baekhyun.

“kau suka?” bisikku tepat di telinga Baekhyun sambil mengulum lembut telinganya.

“hem.. yeah sangath.. yeol.. ah~”

“hmm?” Jawabku sambil  terus menandai leher putihnya.

“kau..ah~ tidak eunggh~ boleh menyukaiku..” Ujarnya diiringi desahan yang sangat indah menurutku.

“wae? Aku sudah terlanjur menyukaimu ah ani mungkin aku sudah mencintaimu, baby..” Jawabku.

“tapi ahh~ kita berbeda….” Ujarnya.

DEG

DEG

Aku menghentikan kegiatan liarku di leher Baekhyun tadi. Entah mengapa aku merasa hatiku berdenyut sakit. Tuhan, aku tau mungkin tidak seharusnya aku mencintai namja ini, namun bukankah engkau juga yang menganugrahiku perasaan ini? Kumohon tuhan, aku ingin bisa bersama namja ini. Buatlah aku bisa bersama dengannya tuhan….

“hiks hiks hiks hiks” Isakan Baekhyun pun menyadarkanku dari lamunanku itu. Kini Baekhyun sedang menangis di dadaku, bahunya terlihat sangat bergetar dan kurasakan kaos yang kukenakan mulai basah dan kusut karena diremas olehnya. Aku pun langsung merengkuh erat tubuh namja mungil ini seakan tidak boleh ada yang memisahkan kita. Aku hirup dengan kuat pucuk kepalanya lalu kusenderkan dahiku di kepalanya.

“baekhyun…”

“hiks hiks hiks”

“baekhyun, aku ingin bersamamu…”

“hiks andwae.. hiks kau harus disini..”

“tapi aku membutuhkanmu…”

“hiks hiks kris lebih membutuhkanmu, jangan biarkan dia sendirian..”

“aku mencintaimu… jeongmal..” Ucapku sambil mempererat lagi dekapanku pada tubuhnya.

“hiks.. aku juga..”

“lalu mengapa kau tidak membiarkanku untuk hidup bersamamu?”

“aku tidak pantas untukmu.. aku hanya arwah yang jahat… hiks”

Aku pun langsung menangkupkan kedua pipi Baekhyun dengan kedua telapak tanganku. Ku kecup pelan bibir plumnya.

“Hanya kau yang pantas untukku..”

“hiks hiks kau tidak boleh bersamaku, hidupmu masih panjang..”

“lalu mengapa kau datang ke kehidupanku, jika aku tidak boleh datang ke kehidupanmu?”

“a..aku selalu berlaku seperti itu kepada orang-orang yang datang ke bukit ini..”

“mengapa kau tidak mengganggu hyungku hem?”

“a-a..aku..”

“kau menyukainya?” Ujarku dengan nada penyesalan, ya tentu saja setelah aku tahu bahwa Kris hyung pernah menyukai namja ini juga dan mereka cukup dekat, bukankah mungkin bahwa Baekhyun juga menyukai kris? Kakakku yang perfect..

“a-a aku…”

“kalau kau menyukainya, seharusnya kau menyatakannya sejak dulu…”

“a-ani.. aku memang pernah menyukainya, namun aku sudah melupakan perasaan itu.. a-awalnya aku ingin mengganggumu karena aku kira kau adalah namjachingunya, tapi setelah aku mengetahui bahwa kau adalah adiknya, aku tidak ingin mengganggumu lagi.. namun.. kau begitu baik kepadaku sehingga aku selalu ingin datang dan nyata dihadapanmu… a-aku aku sudah mencintaimu dan rasa ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan perasaanku dengan kris dulu..” ucapnya jujur setelah isakan tangisnya berhenti.

“Kalau begitu, izinkan aku untuk bisa bersamamu agar aku bisa menjagamu dan agar kau tidak akan membuka hatimu untuk orang lain lagi, baekhyun…” Aku pun menghapus jarak lagi diantara kami, aku kulum bibirnya lembut supaya ia tahu betapa tulusnya aku mencintainya. Ia memejamkan matanya dan mengalungkan  tangannya di leherku.

Setelah cukup lama aku menyesap bibirnya, aku pun melepaskan tautan bibir kami dan menempelkan dahi sempitnya dengan dahiku.

“chanyeol… aku harus pergi… dan kau harus tidur…”

“tapi besok aku akan pulang.. aku takut kita tidak akan bertemu lagi” ucapku.

“tidurlah…”

“temani aku..”

Kulihat ia tersenyum lembut dengan pipi yang cukup bersemu merah.

“dimana? Tendamu tidak akan cukup untuk kita bertiga..”

“aku tidak ingin tidur dengan kris hyung, nanti kau malah menyukainya lagi.. kita tidur disini saja, aku akan mengambil beberapa selimut untuk kita, kau janji jangan kemana-mana, aku akan kembali secepatnya.

Kulihat ia tertawa kecil lalu mengangguk.  “ne, aku janji chanyeollie..”

Aku pun langsung berlari kecil menuju tenda untuk mengambil beberapa selimut tebal untuk kugunakan dengan hemm yeah baekhyunku. Kulihat kris hyung sudah terlelap dengan dunia sendiri, dengan cepat kuambil selimut-selimut yang kubutuhkan dan langsung keluar untuk menemui Baekhyun lagi.

“Baek-baekhyun..”

“ne?” hufffttt aku lega ternyata ia tidak kabur kemana-mana.

“kajja kita tidur!” Ujarku lalu memasang alas untuk tidur kami.

Ia membantuku untuk menyiapkannya dan setelah siap kami pun merebahkan diri kami. Aku pun menarik selimut untuk menutupi tubuh kami sampai leher dan dengan segera aku  langsung memeluk tubuh Baekhyun dan merapatkan tubuh kami.

“jaljayo  baekki…” ucapku padanya lalu mengecup singkat bibir plumnya.

“arwah tidak tidur chanyeollie…”

Aku terkekeh kecil lalu memejamkan mataku.

“tapi arwah baekki-ku harus tidur untuk istirahat…”

“aku tidak butuh istirahat..”

“aku tidak peduli yang pasti kau harus menemaniku sampai pagi..”

Ku dengar ia terkekeh kecil dalam dekapanku. “ne, arrasso..”

“yeollie.. kau sudah tidur?”

“hmmmm…” aku pun langsung membuka mataku dan menatapnya.

“kau tahu, seharusnya kau memanggilku hyung juga seperti kau memanggil kris.”

“aku tidak mau..”

“aiiisssh kau harus sopan padaku, aku ini lebih tua darimu.”

“wajahmu saja seperti anak tk, bagaimana aku bisa percaya kalau kau lebih tua dariku.”

“panggil aku hyung!”

“akan ku panggil kau hyung kalau kau sudah saaaaangaaat tuaaaa” Ujarku sambil mencolek singkat hidung mancungnya.

“arwah tidak akan tua dan meskipun aku akan saaaangaaat tua, seharusnya kau memanggilku haraboji bukan hyung…” ucapnya terlihat kesal sambil mempoutkan bibir imutnya dengan mata yang (berusaha) menatapku tajam.

CHU

ku kecup ringan bibir imutnya yang tadi dia kerucutkan..

“harabojiku tersayang, aku sangaaat mencintaimu. Jangan marah seperti itu, nanti haraboji tidak imut lagi.” Ujarku sambil mengelus pipi mulusnya. Ia langsung menenggelamkan wajahnya dalam dekapanku, mungkin agar rona wajah kemerahannya tidak terlihat olehku. Aiiih dia lucu sekali.

—-

—-

—-

—-

Burung mulai berkicau dan suara kicauannya itu langsung membangunkanku dari singgah sana, ya pulau kapuk yang ku buat sendiri dengan mimpi-mimpi indah dan buruk yang menghiasinya. Perlahan aku membuka mataku dan langsung mencari sosok malaikat kecilku itu.

DEG

“baekki.. kemana?” gumamku.

“hey siput! Cepat bantu aku beres-beres tenda! Hari ini kita harus pulang karena besok aku harus menyelesaikan tugas dari dosenku.”

“h-hyung.. bisakah kita menginap lebih lama lagi disini?”

“waeyo? Tidak bisa. Aku harus pulang hari ini. Oh iya, mengapa kau tidur disitu? Bukankah biasa juga kau tidur di dalam?”

“i-itu.. a-aah.. karena kemarin malam terakhir, aku ingin mencoba tidur disini saja, sangat nyenyak ternyata.”

“aneh sekali kau..”

“h-hyung aku ingin ke sungai dulu sebentar.”

“ya sudah sana cepat!”

Aku pun langsung berlari sekencang-kencangnya berharap aku bisa menemukan Baekhyun untuk sekedar mengucapkan.. selamat tinggal?

“BAEKHYUN!! KAU DIMANA?” teriakku.

“…….”

“BAEKHYUUUUN!!”

“BAEKHYUN AKU MOHON JAWAB AKUUU!” teriakku sekencang mungkin.

Tidak.. tidak mungkin Baekhyun langsung meninggalkanku begitu saja… TIDAK MUNGKIN!!!

“BAEKHYUN!!! AKU MENCINTAIMU!!!”

Aku terus berjalan menyusuri tempat awal aku dan Baekhyun bertemu dengan langkah tergesa-gesa sambil terus menerus mengedarkan pandanganku ke segala penjuru. A..aku… AKU SANGAT PANIK. Aku tidak ingin kehilangan.. BAEKHYUN-KU! Aku ingin bertemu lagi dengannya..

“BYUN BAEKHYUUUUUUUN!!!!!” Teriakku frustasi.

Aku terus menerus berlari untuk mencari keberadaan Baekhyun, dari sini mulai terlihat pohon besar tempat bersandar Baekhyun waktu itu. Aku tahu ini gila, aku mencintai sesosok arwah namun… kalian harus tahu bahwa rasa cintaku itu… NYATA! Dan aku yakin bahwa sosok Baekhyun itu NYATA!!

“hoshh… hosshh.. hosh..” kuhirup dalam oksigen yang ada di sekitarku, entah kenapa ini semua terasa sangat melelahkan. Tinggal satu langkah lagi untuk menuju pohon itu dan aku tetap tidak bisa menemukan sosok BAEKHYUN-ku…

Tiba-tiba…

WUSSSHHHHH~ WUUUSSSSHHH

Hembusan angin yang sangat kencang menerpa tubuh lemasku. Angin ini terasa 10 kali lebih kencang dari saat aku ketakutan waktu itu… Aku memejamkan mataku, aku sudah tidak tahu apa yang harus aku perbuat. Pikiran di otakku berkecamuk.

“Come here with me…

Take my hand and enter my world..

Between these tree and those gust of wind..

We’ll glow in the dark…

And we’ll find our heaven..”

 

Suara itu lagi…….

“baek..baekhyun-ah…” panggilku lemah.

Aku pun melangkangkahkan kakiku pelan…

SREK

SREK

“AAAAAAAAAAAAAAAAAA……………”

—-

—-

—-

—-

—-

KRIS POV

Aku terperangah dengan kejadian di hadapanku saat. Di ujung sana, sosok adikku, Chanyeol sedang meneriakkan nama Baekhyun, sahabat pendiamku itu.. Jujur aku masih tidak mengerti dengan hubungan mereka dan bagaimana mereka bisa bertemu dan saling bercakap. Ya, aku tahu adikku yang satu itu memang pandai bergaul namun.. aku hanya tidak menyangka ia bisa sedekat itu dengan Byun Baekhyun.

Ya, asal kalian tahu, aku memang mengikuti adikku saat Ia bilang ingin ke sungai. Entah apa yang mendorongku untuk mengikutinya namun aku hanya merasa janggal dengan sikapnya selama kami berada disini.

Dari tempatku ini, terdengar dengan sangat jelas teriakan Chanyeol yang sedang memanggil Baekhyun frustasi seakan ia benar-benar takut kehilangannya.

“baek..baekhyun-ah…” lirihnya pelan.

DEG

“CHANYEOL!” Sontakku kaget saat tiba-tiba ia terjerumus ke dalam lubang yang sepertinya cukup dalam.

WHAT THE HE*L! APA YANG TERJADI DENGANNYA! SEJAK KAPAN DISANA ADA LUBANG SEPERTI ITU? ATAU JANGAN-JANGAN…

Tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan tak masuk akal  dalam pikiranku, aku langsung berlari menghampiri lubang itu…

DEG

Aku terperanjat dengan pemandangan (?) yang ada di depanku…. Adikku, Chanyeol yang jasadnya telah terkapar dengan ranting pohon tajam yang menembus perutnya dengan kaca yang tertancap di lengannya… dan… jasad Byun Baekhyun yang masih utuh namun tidak kalah mengenaskannya dengan adikku? Tuhan, kejadian macam apa ini? Takdir macam ini? Sebegitu sayangkah engkau pada mereka untuk membuat mereka bersama… Setelah kehilangan orang tuaku, aku kehilangan Baekhyun, orang yang diam-diam aku sukai, dan… dan sekarang.. kau mengambil adikku, anggota keluargaku satu-satunya yang sangat aku sayangi? Tuhan, inikah jalan terbaikmu untuk kami? Mengapa kau hanya menyisakan aku di keluarga ini?

Tubuhku langsung lemas dan lututku langsung mendarat tepat di depan lubang itu. Dengan tangan yang bergemetar aku langsung meraih handphone-ku. Entahlah banyak sekali keajaiban aneh disini, tiba-tiba saja sinyal yang seharusnya tidak tertangkap di daerah ini terpampang jelas di handphone-ku.. Aku langsung menekan nomor darurat dan menghubungi mereka untuk segera kesini dan menyelematkan jasad mereka.

Tes…

Tes…

Tes…

Tak terasa air mataku tumpah. Perasaanku sangat berkecamuk, di satu sisi aku sangat sedih melihat jasad orang-orang yang aku sayangi begitu mengenaskan, di sisi lain, aku cukup bahagia melihat orang-orang yang ku sayangi ini bisa bersama… seutuhnya.. Walaupun aku tidak tahu sebesar apa cinta Chanyeol pada Byun Baekhyun, namun aku yakin pasti takdir yang menyatukan mereka bersama… dan tak bisa kupungkiri bahwa hatiku cukup berdenyut nyeri melihat orang yang ku sukai.. bersama dengan.. adik kandungku… aku bodoh bukan? Ya, memang karena di saat seperti ini aku masih memikirkan egoku…

“hyung.. mianhae.. uljima… dan terima kasih untuk semuanya…”

Samar-samar ku dengar suara khas adikku yang mengucapkan beberapa patah kata itu… Tak beberapa lama kemudian, sekelompok medis darurat telah datang ke tempat kejadian. Dengan sigap namun perlahan, mereka mengeluarkan jasad adikku dan Byun Baekhyun dari dalam sana.

Aku berjanji…. Setelah ini, aku akan menguburkan mereka berdua berdampingan… agar mereka…. bisa selalu bersama…

Aku tersenyum kecut namun ada kelegaan tersendiri yang aku dapatkan dari janjiku tersebut.. Park Chanyeol… Byun Baekhyun.. takdir kalian sangat hebat… dan di surga sana, kalian tidak boleh lupa untuk berterima kasih kepada tuhan atas takdir-Nya…

—-

—-

—-

—-

AUTHOR POV

“CUT  CUT CUT! Film kita berakhir dan terima kasih atas kerja keras semuanya..” Teriak Suho sang sutradara untuk mengakhiri scene terakhir ini.

Para kru pun langsung menghampiri Kris, Chanyeol, dan Baekhyun untuk membersihkan make up mereka.

“hufffttt…. Aku lelah sekali, aku tidak biasanya bisa berakting mengeluarkan air mata seperti tadi..” Ujar Kris kepada Baekhyun, namja cantik yang duduk di sampingnya.

“hahahaha tapi tadi aktingmu benar-benar hebat hyung! Mungkin jika aku menonton film itu dari awal sampai akhir, aku akan menangis saat kau memainkan peran terakhirmu tadi. Betul-betul daebak!” Ujar Baekhyun sampe mengacungkan jempolnya kepada Kris.

“Hey Baekki.. a-ah annyeong Kris-ssi, ternyata kau juga ada disini hehehe” Ucap Chanyeol lalu duduk di samping Baekhyun dan menyeka perlahan keringat yang ada di pelipis Baekhyun.

“jangan sungkan begitu. Panggil saja aku Kris hyung. Wah wah wah, kalian benar-benar berpacaran ya?” Tanya Kris.

BLUSH~

“n-ne hyung…” Jawab Chanyeol.

Sedangkan Baekhyun yang tadi menunduk malu, hanya menganggukkan kepalanya perlahan dengan kedua tangan yang menutupi wajahnya.

“hahahahaha pantas saja saat adegan “malam” kalian terlihat sangat menghayati sekali.” Ujar Kris hyung diiringi gelak tawanya.

BLUSH~

Lagi-lagi Kris hyung mengerjai kedua dongsaengnya itu yang saling melempar pandangan kikuk antara satu sama lain.

“ah.. sepertinya setelah ini aku akan ada jadwal “Meet and Greet” dan harus segera bersiap-bersiap. Annyeong, aku berharap kita bisa menjadi lawan main di film-film selanjutnya ne.. bye..” Ujar Kris pamit meninggalkan dua sejoli yang masih berkutat pada posisi mereka.

“y-yeolie…” Panggil Baekhyun.

“ne?”

“apa tidak sebaiknya kita pulang juga? Hari sudah mulai larut.”

“hemm.. okay. Kajja kita pamit dulu dengan kru lainnya.”

—-

—-

—-

—-

“Baekki.. ireona… ini sudah sampai rumahmu, baby…” Ucap Chanyeol lembut sambil menepuk pelan pipi Baekhyun.

“euunggghhh…” Ucap Baekhyun sambil mengerjapkan kedua mata sipitnya.

CHU~

Chanyeol tidak menyia-nyiakan momen itu dan ia pun langsung mengulum lembut bibir manis namjachingunya itu. Baekhyun yang masih setengah sadar hanya bisa pasrah dengan yang apa yang dilakukan oleh Chanyeol. Untuk membalasnya pun, tenaganya masih belum terkumpul cukup.

“atau kau ingin menginap di apartemenku saja?” Bisik Chanyeol di telinga Baekhyun.

“b-bolehkah?” Ucap Baekhyun pelan sambil menunduk malu.

“Tentu saja, baby… sebentar lagi, kau akan menetap disana bersamaku, kau harus mulai terbiasa…”

“baiklah… untuk malam ini saja…”

Chanyeol pun mengecup sekilas pipi Baekhyun dan mengusap pelan pucuk rambut Baekhyun. Terlihat Baekhyun yang masih mengantuk dan mulai memejamkan matanya lagi.

Chanyeol tersenyum sekilas saat melihat namjachingunya yang imut itu mulai terlelap lagi.

“Baekki….”

“ne?” Jawab Baekhyun dengan mata yang masih terpejam.

“Malam ini… bolehkah kita ‘bermain’ lagi? Aku merindukanmu baby..”

“hmmm…” Ujar Baekhyun mengiyakan dengan mengangguk pelan dan mulai terlelap lagi.

Chanyeol langsung menyunggingkan senyum pervertnya dan melajukan mobilnya dalam kecepatan standar ya, memang cukup berbanding terbalik dengan isi hatinya yang meronta-ronta agar segera sampai di rumah dan….. melakukan…. Tuuuuuut…..

“Welcome Chanbaek junior…” Gumam Chanyeol pelan sambil mengelus lembut surai Baekhyun dengan tangan kanannya yang tidak memegang stir mobil.

END

Hoaaammmm akhirnya selesai juga ini fanfic ya ampuuun. Udah berhari-hari (lebay dah -___-) aku mikirin endingnya mau kayak gimana dan terpilihlah (?) ending yang gaje ini… Awalnya aku mau bikin fanfic angst tapi aku ga tega banget untuk memisahkan pasangan sarapan ini #plaaak Aku terlalu mencintai merekaaaaa (gombal kacangan -___-v)

Baiklah aku mau mohon maaf untuk ff-ku yang hancur ini, mohon maaf juga kalo banyak typo, mohon maaf untuk semua kekurangan yang ada di ff ini. Doki tidak sempurna tapi Baekyeol mendekati sempurna di mata Doki *.* (elah malah fangirling -__-v)

Oke, untuk yang udah baca DIMOHON KOMENNYA YAAAA {{}} aku butuh masukan, kritian dan apapun (?) dari kaliaaan wahai readers yang sangat baik hatiii terima kasih mau membaca ff Doki sampe akhir hohohoho

Akhir kata, GO AWAY PARA SILENT READERS YANG TERHORMAT yang kurang menghargai karya Doki *sobs *nangis dipelukan baekyeol junior* #plaaaak

 

96 thoughts on “[FF YAOI Chanbaek/Baekyeol/Krisbaek] FORBIDDEN AREA

  1. Aliifah says:

    Uaaah, kirain tadi sad ending. ternyata berakhir dengan ke pervet-an nya chanyeol(?) keren kok kak ff nya, nggak gaje, keep writing kak and fighting^^

  2. elgayunita000611 says:

    arrrhhh…..sempett nangisss thorr tpi pas tau itu cma film mlh jd sbel sndri..hha
    nice ff🙂 saya suka saya suka *alameimei
    ditunggu ff slnjutnyaa^^

  3. Han Ra Rin says:

    Udah sampe meneteskan air mata, eh malah adegan film. Isshh.. Udah serius2 baca sampe merinding, malah endingnya begitu. Good job deh thor. Keep writing (^o^)9

  4. baekyeol says:

    hyaaa #TereakHisterisPakeToa
    kirain bkal sad ending, sumpah nyesek bgt pas mereka meninggal, wah2 suho jadi sutradara yaa, kayaknya bkalan dibully temen2nya (read : EXO) Berjuang yaa bang suho #Plak🙂
    btw busway, aq reader baru disini, #GagNanya ㅠ_ㅠ
    salam kenal authornim,😉
    #PinjemBaekyeolJunior (?)
    #Emmmuaaachh

  5. baekhyunlove599 says:

    Kyaaa#teriakpaketoakmesjid. Ku pikir td sad ending bwt kris tp ternyata eh ternyata hanya sebuah film yg d sutradarai oleh suho. Aigo gk nyangka end ny gni.jujur ku blum prnh bc ff ky gini d mana d awal crt sangat meyakinkan tp d akhr ny mlh kocak

  6. Amalia Wardani says:

    aku pikir itu beneran sad ending tapi ternyataa….HANYA FILM!!!..aampun terlalu menghayati bacanya..hahah..keren buat FF ini

  7. @Neliamelia6 says:

    Aiihh .. Aku kira ceritanya bkal berakhir tragis, nyesek bnget .. Walau sebenernya chanbaek ttp brsatu,ttp aja mereka udah meninggal . Tpi untunglah , itu cuma lgi akting . Leganyaaa

    author, aku minta PW terror part ll nya, aku udh minta lewat twitter .

your comments are meaningful for me. gomawo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s