[FF CHANBAEK / BAEKYEOL] ALTER EGO [YAOI]


Untitled-2


TITLE : ALTER EGO

AUTHOR: DOKI 

CAST: BYUN BAEKHYUN, PARK CHANYEOL, KIM JONGIN

PAIRING : BAEKYEOL / CHANBAEK – KAIBAEK

GENRE : YAOI (namja x namja), Medical, Romance, disease, mystery, thriller, fluff, etc.

LENGTH : menyesuaikan

RATED:  semi M (mature words; ada materi kedokteran sedikit, jadi agak mikir lah ya)

WARNING:  

FANFICTION INI ADALAH CERITA FIKSI.

Jika menemukan kurang tepatnya kondisi dengan istilah kedokteran yg ada, itu murni imajinasi DOKI


BAEKHYUN POV

Aku sudah tidak menghitung berapa kali aku terbangun dalam keadaan yang sangat tidak wajar. Pergelangan tangan kiriku seperti sudah sangat terlatih untuk melakukan hal ini –cutting.

Aku tidak pernah berpikir, aku pernah melakukannya.

Hanya saja setiap kali begini, aku kembali terbangun dengan keadaan kepalaku yang sangat pening dan bekas aliran darah berwarna pekat yang sudah mengering di pergelangan tangan kiriku.

Lagi-lagi hanya ada satu orang yang selalu bisa aku andalkan disaat seperti ini. Aku angkat lengan kananku sekuat tenaga untuk bisa meraih telepon genggam yang ada di atas nakas.

TUUUTTT..

“Chanyeollie….” Panggilku.

“hmm?”

“kau sedang sibuk?” Tanyaku ragu

“ani, aku hanya lelah karena baru memejamkan mata 1 jam yang lalu, baek. Pasien disini benar-benar menyita jam istirahatku. waeyo?” Tanyanya balik dengan suara serak.

“eum, sepertinya nanti saja. Kau sedang butuh banyak istirahat, yeol”

“katakan, kau kenapa heum?”

“ha-hanya…. Kejadian itu terulang lagi…” Ujarku jujur.

“MWO? LAGII?” Sontaknya.

“n-ne…”

“Baiklah, 15 menit lagi aku akan sampai di apartemenmu. Tunggu aku.”

PIP

Chanyeol langsung mematikan sambungan teleponnya.

Heum.. selalu begini..

Aku benar-benar sangat merepotkan.

Pantas tidak ada yang mau berteman denganku…

Aku tidak pernah merasa aku berbeda, hanya saja…

Kadang ada yang aneh dengan diriku…

 

 

—–

—–

Aku renggangkan sedikit tubuhku, menyesuaikan retinaku dengan cahaya matahari yang masuk melaui celah tirai jendela.

PRANG

Belum sembuh pergelangan tanganku, kini aku sudah tidak sengaja menyenggol vas di atas nakas yang sialnya sekarang pecah tak berbentuk karenaku.

SLASH~

 

Sebuah hentakan angin menyapu tubuhku..

Tubuhku terombang-ambing….

Tiba-tiba merasa aku sedih…

Persendianku melemas..

Aku tak tahu..

Aku hanya ingin menangis…

Sekujur tubuhku bergetar…

Aku benci semua orang..

Mereka semua tidak ada yang mau bersamaku..

Aku aneh…

Mereka jahat…

Appa, jahat… Membunuh Oemma tepat di depan mataku… Jahat…

BRAK

 

Aku mendobrak pintu kamar mandi apartemenku, meraba dinding di sekitarku sampai aku tepat berada di depan cermin ini…

“Aku benci diriku… hiks…”

Pergerakkan tanganku terarah ke cermin, membentuk kepalan yang semakin menguat… Aliran darahku terpompa lebih cepat..

Aku tidak menyukai diriku…

Aku ditinggalkan semua orang..

Tidak ada yang mau menyayangiku…

Orang tua ku mati…

Aku sendiri…

Aku benci…

Aku dibenci…

Tidak ada yang membutuhkanku…

 

KRASH

Dengan sekuat tenaga, kepalan tanganku tadi bergerak menghantam cermin berukuran sedang yang sekarang sudah hancur berkeping-keping. Aku tengok singkat dan tersenyum miris memandang luka baru dengan kepingan kaca menancap di salah satu ruas jariku…

BRAK

“Baekhyun!!!”

Seiring terbukanya pintu kamar mandi yang didobrak secara paksa, tubuhku pun hilang kendali. Dan semuanya…

GELAP.

 

—–

—–

—–

—–

 

Aku kerjapkan mataku perlahan membiasakan kelopak mataku dengan bias cahaya yang masuk. Aku menoleh perlahan ke arah telapak tanganku yang saat ini berada dalam genggaman Chanyeol.

Ia tertidur. Ia memang sedang sangat lelah, hal itu terpancar dari raut wajahnya saat ini.

Aku merasa tubuhku sudah kembali normal, tidak selemas tadi.

TUNGGU.

KENAPA AKU DISINI?

AKU DIINFUS DAN TANGANKU DIPERBAN?

SEKARANG SUDAH PUKUL BERAPA?

“Baek…”

Sontak aku menoleh ke arah sumber suara.

“Kau sudah bangun?” Ujarnya tersenyum lembut dan membelai pipiku perlahan.

“yeol…”

“hmmm?”

“aku… kenapa?”

CHANYEOL POV

 

Aku mengernyitkan alisku. Bingung? Tentu.

“kau tidak ingat?” Tanyaku pada Baekhyun.

Ia hanya menggeleng pelan. Seakan ragu dengan apa yang memang sebenarnya terjadi, dan Baekhyun memang tidak pernah berbohong padaku.

“huff..”

Aku menghela nafas berat.

“Sungguh?” Tanyaku lagi.

“n-ne…” Ucapnya takut.

“Kemarin pagi, kau ingat kau meneleponku?” Tanyaku lagi.

“a-aku ingat bagian itu, lalu kau bilang akan datang 15 menit lagi. Dan saat aku bangun, aku tidak sengaja menabrak vas di atas nakas. A-apa aku di opname hanya karena vas bunga?” Tanyanya ragu.

Sungguh aku ingin tertawa melihat ekspresi dan pernyataannya yang sangat menggemaskan ini, tapi aku rasa sekarang bukan waktu yang tepat.

Aku tersenyum dan perlahan menyisir pelan helai-helai rambut yang menutupi mata jernihnya..

Aku selalu menyukainya ketika kedua bola matanya menatapku..

“Seharusnya saat kau bangun, aku yang bertanya. Kau kenapa? Asal kau tahu, aku merasa sebagai dokter paling bodoh sedunia karena justru membiarkan kekasihku dirawat tanpa aku tahu kenapa, apa penyebabnya, dan kau sakit apa. Walaupun aku dibidang psikiatri, seharusnya aku tahu sedikit. Awalnya, aku kira kau bisa menjelaskan semua alasanmu, mengenai kau yang aku temukan telah menghantam cermin di kamar mandi apartemenmu,ternyata.. tidak…”

“ma-maaf… aku benar-benar tak tau…” Ujarnya dan segera menunduk.

Aku pun bergegas merengkuh namja yang paling aku cintai ini, membiarkan kepalanya bersandar di dadaku, berharap ia bisa lebih tenang.

“hey-hey, tidak apa-apa… Tadi pagi, aku sudah membicarakan ini dengan Dokter Shim, sepertinya ada hal khusus yang sedang dialami olehmu, Baek.  Sore ini, kita bisa bertemu dengannya.” Ujarku sambil menepuk pelan punggung Baekhyun yang ada dalam rengkuhanku.

“yeol…” Panggilnya sambil mendongak ke arahku.

“ne?” Ucapku sambil mengelus pelan kedua pipinya yang kutangkupkan di kedua telapakku.

“a-aku selalu merepotkanmu… kau pasti lelah.. a-aku tidak masalah kalau kau harus meninggalkanku dan memilih namja atau yeoja lain yang pasti akan lebih membahagiakanmu dan tidak merepotkanmu seperti ini. Jam istirahatmu pasti semakin berkurang karena aku…” Ucapnya pelan.

Kedua alisku bertaut, sedikit berpikir.

“benarkah aku boleh memilih namja atau yeoja lain? Sepertinya menarik.”

Ia tersentak dan ekspresinya langsung berubah drastis.

“kkkkkk… kau ini lucu sekali.” Kekehku pelan.

CHU~

Aku kecup pelan bibir plumnya berharap ia mengerti apa maksudku. Hanya ku kecup dan ku lihat kedua kelopak matanya ikut terpejam.

“Yang aku mau Byun Baekhyun.. hanya itu.” Bisikku pelan di telinganya.

Aku sandarkan keningku di bahu kecilnya, dan masih bisa ku hirup wangi tubuh Baekhyun yang selalu aku rindukan.

“Kau tidak pernah merepotkanku, dear.. Jangan khawatir.” Ucapku dan kali ini ku kecup perlahan perpotongan leher dan bahu Baekhyun.

“Aku mencintai  Chanyeol..”

“Aku lebih mencintai Baekhyun.”

Dan kemudian ku lumat perlahan bibir tipisnya yang selalu menagihku untuk menghampiri, ia langsung merespon lumatanku dalam, dengan meletakkan kedua telapak tangan lembutnya di rahangku.

——

—–

—–

—–

BAEKHYUN POV

Saat ini, aku dan Chanyeol berada di ruangan Dokter Shim setelah sebelumnya sempat melakukan serangkaian tes yang dianjurkan Chanyeol untukku. Well, Chanyeol hari ini izin hanya untuk menemaniku. Dan aku semakin merasa bersalah untuk itu. Namun, aku tidak tahu apa yang ada dipikiran Chanyeol. Ya, aku tahu ia adalah seorang psikiater. Tapi, hey, aku tidak gila, dan mengapa sekarang Chanyeol memintaku untuk bertemu dengan Dokter Shim, ia seorang Psikiatris Mentor.

“hem.. Baekhyun-ssi.” Panggil Dokter Shim.

“nde…” Jawabku.

“Jujur aku tidak percaya dengan hasil tes ini, kau dikatakan mengalami neurosis yang berarti ada yang berbeda dari syaraf otakmu, Baekhyun-ssi. Mengenai ini, bolehkah aku bertanya? Ini sangat berkaitan dengan hasil tesmu.”

“Tentu saja, Dokter Shim..”

“Apa kau kadang mengalami kehilangan ingatan sesaat, maksudku seolah ada waktu yang ter-skip dalam 24 jam per hari?”

“n-ne… Aku sering terbangun dalam keadaan pergelangan tanganku yang sudah berdarah-darah, Dok… Dan kemarin, Chanyeol bilang tanganku sempat menghantam cermin kamar mandi dan aku bahkan tidak mengingatnya…”

“heum… ini kejadian langka..”

“Dok, aku tidak tahu ini halusinasi atau bukan… Tapi aku merasa tubuhku tidak hanya dikendalikan olehk diriku… Apakah itu wajar?” Tanyaku.

DEG

Aku tidak tahu itu ketukan jantung siapa, yang pasti kini aku melihat Dokter Shim dan Chanyeol yang terkejut –sangat terkejut, tepatnya.

“Baekhyun,ssi… Ini bukan penyakit biasa.. Dan sepertinya hasil tes ini bisa dipertimbangkan. Satu hal, apa kau pernah mempunyai tekanan dari dalam dirimu mengenai kenangan masa lalu?” Tanya Dokter Shim menggebu-gebu.

DEG

 

Kali ini bunyi detak jantungku, sontak aku sedikit membelalak. Chanyeol menggenggam jemariku, dan tubuhku menenang.

“Ayahku membunuh Oemma tepat di depan mataku, dengan sebuah pisau yang mengkilat tajam…”

FLASHBACK

“Woobin! Kau tidur dengan yeoja lain lagi?!?” Teriak Oemma dengan air mata yang tak henti bercucuran dari kedua matanya sambil menunjukkan kemeja putih appa yang sudah kusut dan terdapat banyak bekas lipstick yang tercetak jelas disana.

Saat itu aku baru saja pulang sekolah, hendak ingin memamerkan nilaiku yang sempurna dibidang Science dan menjadi peraih skor tertinggi di sekolah baruku… Tapi ternyata, justru pertengkaran ini yang menyambutku pulang..

Oemma terus memukuli appa dengan air matanya yang semakin deras.

“BYUN WOOBIN JAWAB AKU!” Paksa Oemma.

Appa hanya terus menatap Oemma dengan datar.

“KAU BRENGSEK, BYUN WOOBIN. TIDAK BERPERASAAN.”

“diam atau akan kubunuh kau. Mengganggu sekali.”

Kedua mata Oemma membelalak kaget, begitu pun aku.

“appa…” ucapku pelan nyaris tak terdengar.

“Gila…. Kau mau membunuhku hanya karena yeoja murahan?” Sahut Oemma tak percaya.

“KAU BILANG KAU SUDAH MENGERTI DIRIKU TAPI KAU TETAP BERISIK SEKALI, B*TCH.”

Tubuh Oemma semakin bergetar dan perlahan melangkah mundur..

Hal itu membuat Appa semakin mendekat, ku lihat ia mengeluarkan batangan besi, yang ku yakini itu adalah sebuah pisau lipat –aku tidak sebodoh itu untuk tidak mengetahuinya.

“SETELAH INI KAU AKAN MENYESAL MAU MENIKAH DENGANKU, B*TCH. AKU SUDAH KATAKAN PADAMU BERULANG KALI KONSEKUENSINYA. DAN SETELAH INI KAU BARU AKAN SADAR KALAU AKU INI SEORANG PSYCHO.”

KRASHHHH

Pisau itu..

Tepat menancap perut Oemma..

Melewati segala organ yang terpasang sempurna dan sekarang sepertinya sudah tercincang karena gerakkan tangan appa yang mengoyak isi perut Oemma. Appa bahkan memutar pisau lipatnya dengan gerak teratur sehingga terlihat jelas isi perut Oemma.

Ku lihat Appa justru tersenyum penuh kemenangan.

“SEGAR SEKALI DARAH INI, BYUN BAEKHYUN… KAU MAU MERASAKANNYA? HAHAHAHA” Ujar appa dan spontan tubuhku meringsut mundur.

Appa berjalan perlahan mendekatiku dan..

BRUK

Ia justru melempar koper besarnya ke arahku.

“Lanjutkan hidupmu dengan uang itu, aku takut akan membunuhmu juga jika terus berada di dekatmu karena sepertinya darahmu lebih segar.”

 

Dan saat itu dengan kepala mataku sendiri, aku melihat appa menjilat darah segar Oemma yang melekat di pisau lipatnya, sebelum….

“Annyeong Baekhyunnie….”

Appa memotong urat nadi di lehernya dengan bibir yang terus mengembangkan senyum dan kedua mata yang menjuling tidak terarah.

FLASHBACK OFF

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKK” Tiba-tiba aku menjerit dengan keras, sungguh kepalaku terasa berputar 360 derajat.

AUTHOR POV

 

SLASH~

“SIAPA KAUUU?!?!? JANGAN SENTUH AKU, BRENGSEK.” Ujar Baekhyun meronta sambil tetap memegangi kepalanya.

Sontak Chanyeol melepaskan pelukannya pada Baekhyun, heran pada sikap Baekhyun yang satu ini dan beralih memegang kedua pundaknya. Menatap Baekhyun pada kedua bola matanya.

“Baek, aku Park Chanyeol… Kau lupa?”

“Tidak ada nama Park Chanyeol dalam kamusku. Aku tidak mengenalmu. LEPASKAN AKU SIALAN.” Ujar Baekhyun dan langsung mendorong tubuh Chanyeol hingga menghantam kursi yang ada di dekat mereka.

“BISAKAH KALIAN TUNJUKKAN JALAN MENUJU BAR TERDEKAT?  AKU PUSING DENGAN BAU OBAT DISINI” Ujar Baekhyun lagi dengan ketus.

“Baek, kau bahkan tidak pernah minum….” Ucap Chanyeol tak percaya dengan perubahan sikap Baekhyun yang sangat drastis.

“Jangan mengatur hidupku, seongsangnim.” Ujar Baekhyun sarkas.

Chanyeol tertegun, ini bukan Baekhyun-nya…

“Baiklah, jika kalian tidak mau memberitahuku, aku bisa mencari tahu sendiri.”

 

 

SREK

Sontak Dokter Shim menepuk pelan bahu Chanyeol dan memberi isyarat mata untuk memantau Baekhyun.

“a-arra. Kajja, aku tunjukkan bar terbaik di kota ini.” Ujarnya.

Baekhyun hanya menaikkan satu sudut bibirnya –tersenyum licik.

——

——

——

Ya, Chanyeol memang pernah minum. Tapi tidak di tempat seramai ini, suara musik elektro berdentum kencang dan yeoja-yeoja tidak tahu malu bertebaran disini, berebut untuk dapat menghabiskan waktu semalam bersama dengan Chanyeol –tentunya, siapa yang tidak tertarik dengan manusia yang mendekati sempurna ini.

GREB

Chanyeol memegang lengan Baekhyun.

“Baek, kau mau kemana?”

“Bersenang-bersenang. Aku ingin mencari partner malam ini. Wae?”

Sontak mata Chanyeol membulat. Seumur hidup ia belum pernah ‘menyentuh’ Baekhyun-nya..

Dan apa ini? Sungguh ini bukan Baekhyun.

“Kau pulang saja. Sepertinya tidak tahan dengan kondisi seperti ini.” Ujar Baekhyun sambil melepas tangan Chanyeol dari lengannya.

Chanyeol masih diam di tempatnya. Teringat dengan perkataan Baekhyun sebelumnya.

“Dok, aku tidak tahu ini halusinasi atau bukan… Tapi aku merasa tubuhku tidak hanya dikendalikan oleh diriku… Apakah itu wajar?”

 

Sepertinya Chanyeol memang benar-benar harus keluar sejenak untuk menenangkan pikirannya.

—–

Baekhyun berjalan di tengah kerumunan yang sangat ‘panas’ itu. Matanya tertuju pada sosok namja yang sedang duduk, menunggu bartender menyajikan pesanannya. Perlahan tapi pasti, langkahnya menggiringnya untuk duduk tepat di samping namja itu.

“haiiih panas sekali disini.” Ujar Baekhyun sambil membuka 2 kancing teratas kemeja yang digunakannya –well, ia sempat berganti baju sebenarnya, sebelum menemui Dokter Shim.

Namja itu melirik sekilas. Ia menyeruput minumannya, lalu mengarahkan wajahnya ke depan telinga Baekhyun.

“kau menggodaku, sayang?” Bisik namja itu.

“eheum?” sahut Baekhyun sekenanya.

“Aku Kim Jongin, panggil saja Kai.” Bisiknya lagi dan setelahnya ia mengecup sekilas perpotongan leher Baekhyun –bagian yang terekspos terbuka

“hm~ Baixian… Panggil aku dengan sebutan itu.” Ujar Baekhyun dan langsung berdiri merapatkan diri ke depan wajah namja itu –Kai.

“Kau agresif sekali, sayang…” Ucap Kai sambil memainkan hidungnya di sekitaran wajah Baekhyun yang menyambutnya dengan memejamkan mata.

Kai menarik perlahan kedua ujung kerah Baekhyun, bermaksud untuk lebih merapatkan lagi keduanya agar tidak sampai berjarak  satu jengkal.

“bolehkah aku mencicipi ‘cherry manis’ ini?” Bisik Kai sambil memainkan telunjuknya pada bibir Baekhyun dengan hidung keduanya yang masih bersentuhan.

“heumm” Gumam Baekhyun dengan anggukan.

Baru saja Kai hendak mencapai bibir tipis itu….

“BAEKHYUN!!!”

Sontak wajah keduanya menoleh –Kai dan Baekhyun, sebelum sempat melakukan ‘aktifitasnya’, kearah sosok yang memanggil Baekhyun dengan emosi yang sudah memuncak ke ubun-ubunnya.

Park Chanyeol benar-benar marah kali ini..

“IKUT AKU.” Ujar Chanyeol dan menarik paksa lengan Baekhyun.

“LEPASKAN AKU!”

“BAEKHYUN, KAU MASIH LUPA KALAU KAU SUDAH PUNYA KEKASIH? AKU KEKASIHMU BAEKHYUN.” Bentak Chanyeol tepat di depan wajah Baekhyun.

Baekhyun terdiam, matanya hilang fokus.

“Bawa aku pulang….” Pinta Baekhyun pelan ketika tiba-tiba badannya melemas dan akhirnya bertumpu pada tubuh Chanyeol.

Chanyeol menghela nafas beratnya, ia betul-betul masih marah sebenarnya. Tapi apa boleh buat. Alhasil ia menggendong Baekhyun –ala Bridal-style dan mengantar Baekhyun untuk pulang ke apartemennya. Ia kira tadi pagi, kesehatan Baekhyun sudah pulih benar, ternyata hipotesanya salah kali ini.

—–

—–

—–

Chanyeol melangkahkan kakinya memasuki apartemen Baekhyun. Perlahan ia rebahkan Baekhyun di ranjangnya. Tangannya terulur untuk mengusap peluh Baekhyun di pelipis. Ia melihat air wajah Baekhyun yang seolah resah dan bergerak tidak nyaman.

Tubuh Chanyeol pun bergerak untuk mengambil posisi berbaring tepat di samping Baekhyun. Ia arahkan tubuh Baekhyun untuk masuk ke dalam rengkuhan hangatnya.

Tiba-tiba mata Chanyeol memanas, ingin rasanya mengeluarkan berjuta pertanyaan yang bersarang di otaknya saat ini. Ia marah, kesal, bingung, sekaligus khawatir…

“Baek… kau kenapa, sayang?” Bisik Chanyeol sambil menyesap puncak kepala Baekhyun.

“eungghh…”

Baekhyun bergerak tidak nyaman, isi otaknya seolah tengah berperang hebat disana.

Chanyeol menunduk sebentar untuk sekedar memberi kecupan ringan di bibir tipis Baekhyun.

“Tidurlah, aku disini..” Ucap Chanyeol sambil mempererat dekapannya pada tubuh Baekhyun –sarat akan makna bahwa tidak boleh ada siapapun yang merenggut Baekhyun-nya.

——

—–

—–

Pagi ini Chanyeol bangun lebih awal, bagi seorang dokter seharusnya ia tidak seperti ini –cuti seenaknya. Hanya saja Baekhyun betul-betul membutuhkannya saat ini. Ia membuka hasil tes Baekhyun yang ia dapat dari Dokter Shim kemarin.

“Neurosis…. Kenangan buruk masa lalu… amnesia sesaat.. mood swing..”

DEG

TUNGGU.

Kedua mata Chanyeol membelalak dan dengan segera ia mengambil buku kedokterannya –mengenai kejiwaan tentunya, karena ia seorang psikiater. Chanyeol terlihat sangat tergesa-gesa sambil membolak-balikkan lembaran buku tersebut.

Sampai pada halaman….

MULTIPLE PERSONALITY DISORDER.

Penyakit ini bukan gangguan psikis, melainkan neurosis dimana terdapat syaraf-syaraf di otak yang bekerja tidak sebagaimana mestinya.

 

Para penderita penyakit ini bukanlah “orang gila” karena masing-masing mereka memiliki kelebihan yang tidak normal.

 

Chanyeol memejamkan matanya sejenak, berharap ini bukan hal yang sedang Baekhyun alami.

Multiple Personality Disorder adalah sebutan untuk gejala munculnya “alter ego” yang cenderung dominan dan menimbulkan amnesia karena penderita merasa kehilangan waktu.

 

‘Jangan… jangan penyakit ini…. Sungguh…’ Mohon Chanyeol dalam hati.

Gejala ALTER EGO:

Sakit kepala luar biasa, kadang tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, amnesia sesaat, depresi karena kenangan masa lalu, mood swing, halusinasi, faktor genetik

 

“F*CK!” Bentak Chanyeol yang entah kepada siapa.

Dan satu hal yang baru Chanyeol ingat…. Bahwa…

 

APPA BAEKHYUN ADALAH SEORANG PSYCHO

Dan hal itu makin mempertegas kenyataan, bahwa Baekhyun betul-betul mengidap..

Multiple Personality Disorder…

Seseorang yang berkepribadian majemuk…

 

Chanyeol mengacak-acak rambutnya seolah frustasi dengan kenyataan yang ia hadapi.

Multiple Personality Disorder

Satu hal yang paling ia takuti, kalau saja Baekhyun berakhir dengan menyakiti dirinya sendiri.

Memori mengenai keanehan-keanehan yang Baekhyun alami akhir-akhir ini terjawab sudah. Sebenarnya ia sudah merasakan ada sesuatu yang janggal sejak pertama kali ia memutuskan untuk berkencan dengan Baekhyun –tepat 3 hari setelah mereka resmi menjadi sepasang kekasih.

FLASHBACK

20 Desember 2010

Saat itu, mereka tengah berjalan mengelilingi amusement Park sambil mencari spot bagus untuk duduk dan menikmati es krim yang ada di tangan mereka.

Chanyeol…”

“ne?”

“a-ah tidak jadi.”

Chanyeol mengernyitkan alisnya.

“waeyo?” Tanya Chanyeol. Mereka masih terus melanjutkan perjalanan.

“tidak apa-apa. Tidak penting.”

“hey Baek. Ada apa?” Tanya Chanyeol dan berhenti tepat di depan Baekhyun.

“Ku dengar, kau akan menjadi dokter sebentar lagi.”

“lalu?” Tanya Chanyeol penasaran sambil menyentuhkan keningnya pada kening Baekhyun.

“apakah itu hal yang wajar ketika aku bisa berbicara dengan diriku? t-tidak. Maksudku aku berbicara dengan orang lain, t-tapi itu aku.” Baekhyun akhirnya merasa frustasi dengan pertanyaannya sendiri, matanya tidak fokus dan berdecak kesal karena tidak mampu mencurahkan apa yang seharusnya ia sampaikan.

“hey, jangan panik. Kau baik-baik saja.” Jawab Chanyeol lembut sambil menyisir pelan helaian rambut Baekhyun di keningnya dan setelahnya ia cium perlahan kening Baekhyun –nya.

Chanyeol tidak menganggap pertanyaan Baekhyun sebagai sesuatu yang serius –kala itu.

Dan setelahnya, Baekhyun tidak pernah menanyakan hal itu lagi.

FLASHBACK OFF

 

BAEKHYUN POV

Aku mengerjapkan kedua mataku perlahan, lagi-lagi aku tidak tahu dengan apa yang terjadi sebelumnya karena sekarang hari sudah pagi –lagi.

Hey Baekhyun.’

“n-ne?” Tanyaku.

Ada yang berbicara padaku….

‘Kau ini gugup sekali, santai saja.’

“k-kau…” Ucapku menoleh pada sosok di duduk di sampingku sambil menyilangkan kakinya.

‘Aku Baixian.’

“heum… ”

‘Aku merindukan Kai.’

“mwo? Kai? Nugu?”

‘Calon kekasihku.’

“k-kekasihmu?”

‘Ne tentu saja.’

Aku merenung bingung. Kekasih?

‘Baekhyun! aku bilang santai saja. Kau ini terlalu kaku. Nikmati saja dunia ini. Kau bisa bersenang-senang, seperti aku.’

“Bersenang-senang? Seperti kau?”

‘heum. Kau mungkin harus menghabiskan sedikit waktu untuk berlibur. Jangan terus berkutat dengan penelitianmu yang tidak selesai-selesai itu.’

“Bagaimana kau tahu?”

‘Tenang saja… aku tahu semua tentangmu. Kau bisa menceritakan banyak hal denganku. Tapi jangan terlalu formal, aku benci hal-hal stiff. Dan jangan terlalu pintar, aku bosan.’

 

CHANYEOL POV

Aku berdiri mematung di depan kamar Baekhyun.

Aku… melihat semuanya..

Aku… mendengar semuanya..

Baekhyun..

Tidak.. ini bukan pertama kalinya memang aku menangani kasus MPD –seseorang berkepribadian majemuk. Tapi aku masih terlampau shock untuk melihat secara langsung dan mengetahui fakta bahwa kekasihku benar-benar pengidap…

Multiple Personality Disorder

 

Dan saat ini…

 

 

Baekhyun sedang berbicara dengan “alter ego”nya..

Ya, sosok Baekhyun yang lain…

Aku sedikit bersyukur –ah tidak, tepatnya sangat bersyukur, bahwa aku adalah seorang psikiater.

Mungkin kalian akan mengira dia ‘gila’ karena berbicara dengan dirinya sendiri.

Tapi

AKU TIDAK.

Karena Baekhyun saat ini sedang berbicara dengan pribadinya yang lain.

Memang hanya dia yang mengetahui betul sosok “alter ego”nya itu.

Tapi setidaknya..

Aku mengerti kondisi Baekhyun.

 

Setelah cukup melihat Baekhyun lebih tenang, aku pun memutuskan untuk membuka suara.

“Baek..” Panggilku sambil berjalan mendekat ke arahnya.

“Chanyeol!” Serunya girang.

Ia berlari dan langsung meraih tubuhku yang menjulang.

Ia memelukku lebih dulu –Aku senang.

Aku membalas pelukannya dengan tidak kalah erat.

“hey… kenapa tiba-tiba kau senang begini?” Ucapku sambil mencolek sedikit ujung hidungnya.

Ia hanya terkekeh lalu menjawab

“Aku baru saja berbincang dengan sahabatku, yeol” Ujarnya.

DEG

Ia pasti akan mengenalkanku dengan…

“Baixian. Namanya Baixian. Dia keturunan China, dia kuat, suka bersenang-senang, dan sangat santai. Ah! Dia juga baik dan wajahnya mirip denganku.” Ucap Baekhyun terlampau santai.

Aku tersenyum kecil. Aku mengerti maksud Baekhyun –ia menjabarkan sosok alter ego-nya

“Kenalkan aku dengannya, Baek…” Ujarku.

“Baixian bilang kau pernah menghancurkan kencannya. Jadi aku pikir kalian saling… mengenal?” Pikirnya.

“Aku belum pernah berkenalan dengannya secara resmi.” Ucapku sambil sedikit mengangkat bahu.

“huufttt… baiklah.. Hey Baixian, ini Chanyeol, kekasihku. Dan Chanyeol , ini Baixian, teman baikku..”

Well, aku sedikit mengernyitkan alis tapi sekali lagi aku mengerti maksud Baekhyun.

“senang berkenalan denganmu, Baixian..” Ujarku –walau aku sama sekali tidak melihat sosok Baixian yang Baekhyun maksud.

Baekhyun hanya tersenyum kecil, matanya menyiratkan bahwa ia bahagia karena aku dan “sahabat baru”nya baru saja saling berkenalan.

“Baek, aku merindukanmu… bisakah aku berdua denganmu seharian ini?” Tanyaku sambil menangkupkan kedua tanganku di pipinya –berusaha mengganti topik.

“tentu! Aku sedang tidak ada penelitian hari ini.” Ujarnya –yang sebelumnya sempat mengecek jadwal yang tertera di handphone-nya.

Heum, sepertinya aku akan menunda informasi mengenai MPD  yang diidapnya saat ini.

Baekhyun memang harus tahu.

Hanya saja mungkin belum saatnya.

Ah satu lagi!

Aku lupa memberi tahu bahwa Baekhyun-ku sangat cerdas.

IQ –nya bahkan di atas rata-rata, tepatnya 180.

Dan sekarang ia bekerja di salah satu Lembaga Research Seoul , setiap senin sampai kamis.

Dan aku berharap “alter ego”nya tidak muncul saat ia sedang bekerja –bisa saja ia menghancurkan laboratorium.

 

AUTHOR POV

Siang pun berganti malam, hari ini adalah hari Minggu yang berarti besok Baekhyun harus beraktifitas seperti biasa lagi. Dan tepat sesuai perjanjian, hari ini kami menghabiskan banyak waktu bersama dan saat ini kami sedang makan malam di D’Croissant, restoran klasik kesukaan kami.

“Yeol..” Baekhyun membuka suara.

“ne?” Ucap Chanyeol sambil menyeruput Mocca-nya

“Aku ingin bertemu dengan Kai.”

DEG

Pergerakan Chanyeol berhenti.

“Tidak.” Ia hanya menjawab singkat.

“T-tapi… Baixian ingin..”

BRAK

Chanyeol sedikit menggebrak meja makan mereka –setidaknya ia masih tahu tata karma dengan tidak terlalu membuat kegaduhan. Namun matanya kembali berkilat tajam mendengar nama itu.

“Aku selesai makan. Bill nya sudah ku bayar, aku tunggu di basement.” Ujarnya datar, namun tidak dipungkiri bahwa….

Chanyeol tidak menyukai ketika Baekhyunnya membahas tentang Kai –Namja itu.

Mengingatkannya pada kejadian di bar dimana Kai hampir saja merenggut bibir mans Baekhyun di hadapannya.

Well…

Chanyeol cemburu.

Chanyeol langsung bergegas pergi meninggalkan meja dan.. Baekhyun.

“Chanyeol marah…” Desis Baekhyun pelan.

Ia jadi ikut tak nafsu makan, raut wajahnya lesu.

Akhirnya ia pun beranjak menyusul Chanyeol ke pelataran parkir.

—–

—–

“yeol…” Panggil Baekhyun setelah masuk ke dalam mobil.

“….”

Chanyeol tidak menyahut. Ia hendak menstarter mobilnya namun dengan sigap Baekhyun menahan lengan Chanyeol.

“Chanyeol.” Panggil Baekhyun.

Chanyeol mendongak, ia singkirkan tangan Baekhyun di lengannya dan mulai menstarter mobilnya.

“Kita pulang, sudah malam.”

Baekhyun hanya menghela nafas beratnya.

Jujur, ia tidak tahu siapa Kai.

Hanya saja hati kecilnya berbicara bahwa ia harus menemui Kai.

Baekhyun ingin Chanyeol mengertinya dan membantunya menemui…

KAI –namja yang selalu dibahas Baixian. 

Selama perjalanan pulang, tidak ada yang mengeluarkan suara sama sekali. Baekhyun menahan tangis, dari tadi ia hanya terus meremas jari-jarinya. Ia takut ketika Chanyeol sedang marah.

“sudah sampai, Baek.” Ucap Chanyeol –tetap datar.

“k-kau tidak masuk?”

“tidak.”

Baekhyun menggigit bibir bawahnya, takut-takut isakannya lolos dari bibir mungilnya.

“Chanyeol…”

“heum.”

“Bisakah kau menginap malam ini?”

“besok aku harus kerja.”

Baekhyun pikir ia tidak bisa menyelesaikan masalah mereka hari ini. Ia beranjak pergi.

Dan Baekhyun menyadari, Chanyeol benar-benar marah. Chanyeol bahkan tidak memberikan kecupan “selamat tinggal”-nya atau setidaknya sedikit mengusak kepala Baekhyun dan mengatakan selamat malam.

Baekhyun pun memberanikan dirinya untuk sekedar mengecup ringan pipi Chanyeol.

“mianhae… hiks.” Bisik Baekhyun dengan suara isakan yang tidak mampu ia tahan lagi.

Setelahnya Baekhyun pun beranjak. Meninggalkan Chanyeol yang masih diam seribu bahasa.

CHANYEOL POV

Tidak… aku tidak membenci Baekhyun…

Aku tahu kalau sosok Baixian yang mencari Kai..

Tapi..

Karena Baekhyun menyebutkan nama itu…

Aku tidak suka…

Aku cemburu..

Aku bilang aku mengerti kondisi Baekhyun, tapi mengapa sekarang aku begini?

Egois sekali.

Baekhyun membutuhkanku karena hanya akulah satu-satunya orang yang bisa ia percaya.

BODOH KAU CHANYEOL

AUTHOR POV

 

BRAK

Chanyeol menutup kasar pintu mobilnya, setelah perenungan lamanya tadi dan akhirnya ia bergegas untuk masuk ke apartemen Baekhyun –setelah memarkirkan mobilnya.

Langkahnya tergesa-gesa.

Tiba-tiba ia teringat sesuatu.

 

Penderita MPD akan kehilangan kendali saat ia sedang dalam kondisi yang lemah.

 

BAEKHYUN.

 

Ia semakin mempercepat lagi langkahnya, sedikit berlari dengan kaki panjangnya.

Buru-buru ia langsung menggesekkan kartu untuk membuka apartemen Baekhyun, pikirannya membuncah, hanya satu sosok yang ada di pikirannya.

 

BYUN BAEKHYUN

Ia khawatir –sangat.

DEG

ITU BAEKHYUN!

Kini di hadapan Chanyeol terpampang Baekhyun yang tengah menggoreskan cutter  berkali-kali di pergelangan kirinya yang belum sembuh total.

Pandangannya kosong, ekspresinya tidak terbaca

namun ia terus menggumam tanpa mengeluarkan air mata sedikit pun.

“semua orang meninggalkanku…”

“aku mau mati…”

Hati Chanyeol berat, terasa sangat sakit melihat Baekhyun menyakiti dirinya sendiri.

Ini yang sangat Chanyeol takutkan.

Jika di rumah sakitnya ia bisa langsung menangani pasien dengan terlatih, kenapa rasanya nyeri dan lemas, ketika hal itu terjadi pada Baekhyun?

Perlahan Chanyeol pun mendekati Baekhyun, ia berencana untuk melempar jauh cutter yang ada digenggaman Baekhyun.

“aku benci diriku..”

“kenapa aku tidak mati bersama Oemma?” Ungkap Baekhyun tanpa menyadari Chanyeol kini tengah ada di belakangnya.

TAP

Dengan sekali gerakan Chanyeol telah melempar jauh cutter yang tadi ada di genggaman Baekhyun –perkiraannya ada di bawah sofa.

“kenapa appa tidak langsung membunuhku? kenapa appa psycho? Kenapa aku sendiri? Kenapa tidak ada yang mau bersamaku? Aku mau mati… aku mau pergi…” Gumam Baekhyun terus-menerus dengan tatapan matanya yang sangat kosong.

Perlahan Chanyeol membalikkan tubuh Baekhyun, dan ia semakin dapat melihat jelas luka sayatan Baekhyun tadi. Dengan segera, ia tenggelamkan tubuh Baekhyun dalam rengkuhannya.

Chanyeol menangis….

“Baek, jebal jangan seperti ini… jangan menyakiti dirimu sendiri..” Ungkap Chanyeol seiring dengan air mata yang mengalir dari kedua pelupuk matanya.

“Tidak ada yang menginginkanku.. appa mati.. oemma mati.. sendiri.. aku sendiri…. Aku mati…” Baekhyun terus menggumam tak jelas. Pergerakannya memang terhenti karena Chanyeol terus memeluknya dengan erat.

Chanyeol tahu jika ia memberi jarak tubuhnya dengan tubuh Baekhyun, anak itu akan mulai mencari cara untuk menyakiti dirinya lagi, seakan dengan begitulah ia bisa menghilangkan rasa sakitnya.

SESAK –SANGAT SESAK.

Chanyeol sangat pilu melihat kondisi kekasihnya saat ini..

—-

—–

—–

Satu jam setelahnya, tubuh Baekhyun sudah menenang dan tidak menggumamkan kata-kata anehnya lagi yang terdengar sangat depresi. Chanyeol meregangkan pelukannya, menggendong Baekhyun ke tempat tidurnya, merebahkannya disana.

Ia bergegas membersihkan luka Baekhyun di pergelangan tangan kirinya.

Lukanya cukup dalam tetapi untung saja tidak mengenai pembuluh arteri dan venanya.

Setelah ia rasa luka Baekhyun telah tertutup dengan baik, ia berjalan mendekati sofa, meraih cutter yang tadi sempat ia lempar. Ia membuang cutter itu dan setelahnya ia rebahkan dirinya di sofa kamar Baekhyun, sambil memandang Baekhyun yang tidur di ranjangnya.

DEG

Dan saat itu ia tersadar….

BAEKHYUN MEMPUNYAI TIGA KEPRIBADIAN.

 

Byun Baekhyun; pribadi utama. Pemilik tubuh asli. Kekasihnya.

Baixian; alter ego Baekhyun –pribadi kedua yang bisa ia ajak bicara. Sosok yang santai, suka bersenang-senang, namun tegas, pemberani, bersahabat, liar, pengertian, suka datang menggantikan sosok Baekhyun semaunya dan… menyukai Kai.

Terakhir.. Satu sosok baru, alter ego yang tidak Baekhyun sadari. Tidak memiliki nama, selalu datang saat kondisi Baekhyun melemah, selalu menyakiti diri sendiri, tidak menyadari keadaan di sekitarnya, selalu berencana ingin mati, pandangannya selalu kosong, benci dengan kehidupan.

 

Ketiganya adalah pribadi yang berbeda dalam satu tubuh yang sama.

Alter ego yang dimiliki Baekhyun adalah pelengkap dirinya.

Sosok yang tidak bisa Baekhyun realisasikan dalam diri aslinya.

Baekhyun yang ‘sakit’ karena kenangan buruk masa lalunya mengekspresikan diri menjadi si ‘anonymous’ yang selalu ingin mati.

Dan Baekhyun yang ingin menyembuhkan rasa ‘sakit’nya, membentuk pribadi Baixian. Pribadi pemberani yang kuat.

Walaupun ia tidak menyadarinya…

 

 

END

 

END OR TBC?

kalau banyak peminat dan komentar, bakal aku lanjut jadi chaptered atau two-shoot🙂

kalau ga banyak yg suka, berarti sampe sini aja ya hehee

haaaii sahabat DOKI🙂

akhirnya doki bisa post ff lagi hehe mumpung akhir-akhir ini lagi musim-musimnya CHANBAEK MOMENTS bertebaran, alhasil keluarlah ide fanfic ini disertai ketertarikan DOKI sama manusia-manusia kepribadian majemuk, kalau mau baca lebih jelasnya aku terinspirasi dari blog ini, mengenai MULTIPLE PERSONALITY DISORDER => Cecen-core.blogspot.in

MOHON MAAF KALO BANYAK KESALAAHAAN

sepertinya next time aku akan nyediain apdetan thanks to: untuk semua yang pernah komen dari bebrapa tahun yang lalu sampai sekarang (tapi tunggu kaya kuota yak, jaringannya lemots. hikseu). Aku ucapin makasih sebanyak-banyaknya buat yg komen sebelumnya, aku terharu banget❤

KOMEN TUH PENYEMANGAT BANGET, SAYANG IH. MUAH 

4 thoughts on “[FF CHANBAEK / BAEKYEOL] ALTER EGO [YAOI]

  1. vickyamelia14 says:

    bru nemu ff yg kek gini,ini crita nya bagus bgt, aku tertarik bgt yg berhubungan tentang psychology dan org yg berkepribadian ganda/majemuk..jd penasaran sama kelanjutan’a, okay d tunggu kelanjutan’a ^^

your comments are meaningful for me. gomawo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s